di perjalanan ini…

hidup itu seperti jaring laba - laba. yang membentang di atas udara. yang ringan namun curam. yang tertata rapi dan teratur. tapi pada saat kau tak sengaja membuat putus satu tali pada jaring laba - laba itu, maka tali - tali yang lain juga akan ikut terenggut, kusut. kau akan sulit untuk menata kembali jaring - jaring menjadi sedia kala. kau hanya bisa menenangkan sang laba - laba agar dia tidak menggigil mengetahui jaring - jaring rancangannya dibagian tertentu kusut, berantakan. kau hanya bisa mencoba untuk tidak merusak semua jaring. memang tak dapat kembali seperti sedia kala tapi ini akan lebih baik daripada rusak semua.

seperti jaring  laba - laba yang kusut tak bisa kembali seperti sedia kala seperti itu lah hidup. yang tak bisa kembali ke awal dan hanya dapat memaklumi apa yang telah terjadi lalu kembali melanjutkan perjalanan.

kita mungkin butuh waktu untuk diam sejenak. menghirup sepuas - puasnya oksigen lalu menghembus sepelan - pelannya karbondioksida.  kita butuh untuk diam - diam duduk di sudut kamar bersembunyi menyendiri dalam gelap. sambil mencoba pelan - pelan meneropong dunia yang riuh dgn sorak sorai yang sering kali diam ketika kita berpesta namun berpesta ketika kita sedang diam.

mungkin semula kau merasa sampai disini batas perjuanganmu untuk merajut jaring laba - labamu lebih lebar dan luas lagi tapi, selama kau masih bisa berpikir. selama kau masih mampu bernafas. dan selama kau tidak lupa bagaimana cara tersenyum, kau akan tau dunia itu memang tak selebar daun kelor.

carilah kendaraan yang baik untuk membawamu ke tempat yang tepat. semoga perjalananmu menyenangkan !

si pelipur lara

yang bertubuh kuyu meratap jengkal lelah
matanya menyapu ribut debu dengan riang bercengkrama di seputar selaput penglihatan
KOTOR.
nada - nada memang sudah terurai seirama sejak dulu
namun disini not - not balok itu bertebaran, berserakan di atas becek bekas air mata. pada tumpah deranya.
JENGAH.
yang singgah datang berganti - ganti
tanggalkan senyum wahai si pelipur lara
biar ego bicara
terdengar gelak mengudara
HEY !!!
si tubuh kuyu tadi tenggelam dalam tetes - tetes keringat nestapa
diselimuti pedih gigitan luka. luka lika liku la la la la…
SUDAH.
kau tak perlu menjadi penghibur untuknya
satu komponen dalam tubuhnya telah kenyang melahap lara hati.
YA,
cukup untuk peras gigil yang menyerap dalam derai tangisnya.

jee asha

untuk ayah, ibu dan adik - adikku yang hebat. telah lama kita hidup sepi deraan. kita telah terbiasa menikmati apa yang ada. dan kini hampir dua minggu kita di uji oleh yang maha kuasa. untuk mengusahakan apa yang tidak ada.

dengan air. kita di uji untuk berusaha, berkerjasama, dan menahan amarah atau ego. di ajarkan menghemat. di ajarkan bersabar. cobaan ini pasti ada hikmahnya.

saat semua satu - persatu menjadi masalah yang sangat berat. hingga keputus- asaan meradang dalam batin kita. kita tak akan lupa, bahwa kita adalah satu kesatuan keluarga. yang memiliki toleransi dan saling memiliki satu sama lain.

masalah ini akan menjadi pelajaran untuk kita semua.

mungkin ini adalah kunsekuensi dari apa yang aku pilih.

aku pergi dari kampus itu.

“Perjalanan masih panjang. pantang mundur !!!”

“Perjalanan masih panjang.  pantang mundur !!!”

sepertinya benar kata seorang teman dalam blognya, “Tuhan selera humor-Mu memang luar biasa”. betapa uniknya cara Tuhan untuk menasehati hambanya yang selalu berpikir dan bertanya - tanya ttg hal - hal yang sangat ia ragukan.

akhir - akhir ini aku selalu bertanya - tanya “apakah aku salah melangkah ? ah, aku tak mungkin kembali lagi setelah memutuskan untuk hengkang dari sana. tak mungkin kembali lagi,” kata - kata ini selalu berputar - putar di dalam kepalaku. seperti sudah menjadi hantu yang selalu membayang - bayangiku setiap saat.

ya, aku tak mungkin kembali lagi. aku tak mau dibilang plin - plan. lagi pula aku sudah tak punya muka bila aku memutuskan kembali lagi. terlanjur hilang, ya hilang saja selama - lamanya.

dan sore kemaren aku dan seorang teman yang juga sedang memikirkan kelanjutan masa depannya mendapatkan dua buah permen kiss. kau tau kan dibelakang permen kiss selalu ada semacam tulisan2. dan temanku mendapatkan permen yang bertuliskan “perjalanan masih panjang” sedang aku mendapat permen bertuliskan “pantang mundur”. hah… beberapa detik setelah mendapatkan permen tersebut dari seorang kasir yang mengembalikan uang receh dlm bentuk permen itu, kami tertawa terbahak - bahak menyadari permen ini menyindir kami.

aduh, Tuhan memang memiliki selera humor yang tinggi. dia telah menghibur aku dan temanku yang sedang bingung dengan cara yang unik. aku bahkan merasakan sentilan-Nya ditelingaku. DIA seperti geram atau gemes denganku.

ya, aku tak mungkin kembali lagi. tak mungkin mundur. dan seperti kata si permen hahahaha “PANTANG MUNDUR !!!” dan perjalanan memang masih panjang. kita tak pernah tau takdir apa yang menunggu kita di depan sana. jika ini adalah sebuah ketetapan untuk meninggalkan semua disana maka harus dijalani dengan semangat PANTANG MUNDUR.

hufff, jee jangan berpikir untuk kembali lagi. kau sudah melangkah terlalu jauh untuk berpikir kembali lagi.

seraut muka

seraut lemah kering rekah

dipoles keringat luluh berdebu

seraut muka bercerita letih

digerayangi jengah berselimut air mata

bibir kerut mencuat darah

bersembunyi lari, hilang

dipersembunyian hidup melaknat

tiada tanda baca dalam raut muka

mengalir dari hulu hati

seraut lemah, seraut muka, bibir kerut

terbakar merah bunga jantung

biar mengulum duri di pelupuk mata

tetap tak bisa bercerita si raut muka

………..

hahahaha… aku benci diriku !!! sangat amat membencinya !!!

PECUNDANG !

butterfly effect

hidup itu kadang dibawah, tergilas dan tandas oleh roda waktu. matahari. gerah dan debu. peluh. air mata. mata air darah.

hidup itu kadang di atas, terimbas sepoynya angin. hilang dahaga. ringan. lepas. bahagia. terang. menyinari disinari.

hidup itu kadang hanya mengambang. melayang. tidak terbang. tidak jatuh. tidak jelas. kehampaan. kosong. tersirat bisikan. lebih baik jatuh. lebih baik terbang. atau lebih baik mati.

satu keputusan, memiliki efek terharap kelancaran atau urutan takdir dimasa depan. dengan diri sendiri mau pun dengan orang lain. bahkan dengan orang - orang yang tidak kita kenali dan belum pernah kita jumpai.

urutan itu telah ditata sesuai dengan pilihan kita. hanya ada 2 kemungkinan. baik atau buruk. atau kau akan bergerak statis. mati rasa.

hmm, pernah nonton butterfly effect ? begitu lah hidup.

pagi ini gerimis tiba

oh tidak, aku tak mungkin kembali mundur setelah aku mengambil sebuah keputusan untuk pergi dan maju. aku tak mau dibilang kalah karena aku memang tak lagi berkompetisi atau bertarung. karena yang kujalani bukan sebuah pertandingan antara pikiran dan hati. aku hanya menjalankan rancangan hidup yang telah dibuat Tuhan dengan sedemikian rumit agar aku mengerti bagaimana rasanya jatuh dan bangkit. atau bangkit lalu jatuh.

aku memang tak mungkin untuk kembali lagi. karena aku sudah memutuskan untuk pergi sejauh mungkin. jika aku kembali lagi maka aku hanya akan mengulangi kesalahanku berulang kali. berkali - kali sampai aku ingin mati saja.

hidup memang bukan permainan. yang hanya berkisar antara peran - peran yang kau lakoni. tak perlu bermain - main karena dunia hanyalah tempat persinggahan. kau hanya perlu berlaku baik dan sopan lalu pergi juga dengan sopan.

aku hanya meniru sifat waktu untuk tak kembali lagi. karena yang kutau waktu tak pernah berjalan mundur. kalo pun ada, waktu itu bernama kenangan. masa lalu. dan aku akan menjadikan ini sebagai masa lalu. dimana masa yang membuatku mengerti akan banyak hal.

jika jalan yang kuambil ini salah maka itu adalah sebuah konsekuensi karena aku blm mengerti cara mengeja hidup. jika yang kuambil ini adalah benar. maka itu adalah sebuah jawaban yang telah lama aku nantikan.

oya, lepas dari ini aku jadi memikirkan, apa itu suara hati ? banyak orang yang mengatakan “IKUTILAH KATA HATIMU”. tapi pada kenyataannya PIKIRAN selalu menang daripada SUARA HATI. mereka hanya sekedar berkata. dan mereka tak sadar telah mengelabui suara hatinya.

hmm, apakah aku telah mengikuti suara hatiku atau aku hanya mengikuti ambisi semata ? jawabannya akan terungkap setelah aku menjalani semua ini. dimasa depan.

dunia dalam kamar mandi

apakah mereka sudah benar - benar mengerti apa yang aku rasakan setelah mereka mendengar aku tidak terkontrol karena aku tiba - tiba saja menangis terisak - isak hingga sesak napas di dalam kamar mandi sambil memegang ember merah besar hingga air mataku telah menggenang di dalamnya ?

senja itu begitu muram. hingga aku terbawa suasana dan kebiasaan menangis di balik bantalku berubah dengan beraninya menangis meraung - raung. sampai saat ini kepalaku masih sakit ditambah dinding pipi bagian dalam dekat dengan gerahamku menonjol karena keseringan kugigit tanpa sengaja. mungkin akibat aku terlalu kuat mengatupkan gigi2ku. sampai membentuk tonjolan yang bukan sariwan disana.

aku mungkin aku mengambil cuti kuliah. karena masalah ini harus aku selesaikan atau tidak aku menjelma menjadi gila.

membebaniku

tertidur lagi…
masih menangis dalam sela waktu
dan tanganku ini…
masih memegang erat kepalaku, kepalaku
semua yg membebaniku
sungguh membebaniku
sungguh membebaniku
sungguh membebaniku
lelah tetap menarik langkahku
mencoba tetap berdiri ku menangis
masih tetap mencari jalanku
memahami beban itu (membebaniku by ariel peterpan)

apakah semua yang kujalani ini adalah sebuah ilusi semata ? aku tak pernah tau kapan waktunya aku dapat terbangun dari mimpi ini.

pohon

tak semudah apa yang kau lihat.

tak segampang apa yang kau katakan.

dan tak secepat apa yang kau rasakan.

semua itu butuh proses.

yang memerlukan waktu untuk tumbuh dan berkembang lalu berbuahkan hasil.

tapi bagaimana kalau ternyata kau adalah sebuah pohon yang lupa diberi pupuk buah ? apakah kau akan tetap berbuah ? dan gawatnya lagi ternyata tanah tempat kau tumbuh bukan tanah yang cocok untuk membuat dirimu menghasilkan buah.

apa yang kau lakukan ?

apakah kau berharap akan mengganti tanahnya ? lalu membeli pupuk buah ?

atau kau hanya membeli pupuk buah tapi kau tak mengganti tanahnya ?

« Previous PageNext Page »