setan itu terus2an menari2 sambil menyuruhku untuk mati saja.

terlalu cepat bapak dan ibuku berangGapan bahwa aku adalah anak yang GAGAL. tidak punya pandangan masa depan yang maju. tidak punya segudang prestasi seperti keponakan - keponakannya yang lain. dan aku tidak sesempurna rupa dari anak - anak dari orang2 yang dekat dengan orangtuaku.

pada malam kedua ketika aku dan orang tuaku masih berada di tangerang. kami dan beberapa kerabat duduk melingkar di atas karpet ruang keluarga di rumah tanteku. suasana malam itu seolah2 seperti sedang mengadakan rapat keluarga. aku sama sekali belum pernah dipertemukan dalam situasi serius seperti itu. dalam keluargaku seperti tak mengenal kata ‘ini saatnya kita bicara serius dari hati ke hati’ seperti yang diadakan malam itu di tangerang.

dan sudah kuduga, akulah tokoh utama dalam pertemuan itu. aku dinasehati agar lebih serius untuk masa depan karena hanya keluargaku yang tak satu pun anak2nya  berhasil. sedangkan semua sepupuku, mereka kuliah di universitas2 ternama indonesia. ITB, IPB yah… kebanyakan ITB. dan aku ? hahaha aku malah memilih berhenti kuliah untuk beralih ke tempat yang lebih aku sukai. Bodoh ya ?

ya, hanya dalam keluargaku lah belum ada anak yang berhasil. dan aku merasa orangtuaku menganggap, aku adalah anak yang sudah tak bisa diharapkan lagi untuk menjadi orang yang berhasil. begitu sekiranya kata mereka ketika aku menguping pembicaraan mereka dari balik tembok kamar.

hufhh… hey, aku butuh teman untuk bercerita. tapi pada kenyataannya aku memang tidak punya teman. kenapa tak ada yang mau berteman denganku ?

aku payah. aku hancur. lalu aku harus bagaimana ? setan itu terus2an menari2 menyuruhku untuk mati saja.

B.O.D.O.H

mencari matahari

aku kehilangan matahari yang kusimpan dalam botol kaca. aku baru menyadarinya saat malam tak kunjung sirna. sejak matahariku hilang, bulan yang kugantung di langit jadi mengering karena kelelahan. dan bintang sebentar bersinar sebentar redup. aku tak mungkin bisa hidup tanpa matahari. aku tak mau hari - hariku menjadi gelap. maka pada pertengahan waktu, aku pun pergi mencari matahari. kutinggalkan rumah dan semua hal yang selama ini selalu mengitariku. lalu aku pergi menuju timur dimana matahari selalu datang dari sana.

dalam perjalanan aku sering kali terjatuh. kegelapan ternyata telah menyelimuti seluruh wilayah. dalam perjalanan itu aku berdoa semoga langkahku menuju arah yang benar. timur. selama perjalanan aku juga sering menangis menahan luka akibat  terjatuh. hingga aku mulai merasa lelah dan putus asa.

sudah sekian lama aku berkelana, matahari yang kucari belum juga kudapatkan. aku jadi bertanya - tanya kepada Tuhan, sebenarnya apa rencanaMu ? tapi aku tau, dengan sedikit bersabar lagi, aku pasti bisa menemukan matahari itu.aku harus yakin akan itu !