“bagaimana kalau aku mati saja ?”

“bagaimana kalau aku mati saja ?”

ya… kamu pasti tau jika kita pada awalnya merasa bahagia maka itu tandanya kita sedang menunggu masa dimana kita akan bersedih dan jatuh. dan sebaliknya, jika kita sedang merasa sedih maka itu tandanya kita sedang menunggu masa dimana kita akan bahagia, tertawa dan tersenyum sepanjang hari. dan kini aku rasa, aku sudah sedang bertemu masa sedih karena masa bahagiaku baru saja aku lewati.

dan kini aku mulai kembali memikirkan tentang masa ke depan. tentang diriku pada sisi yang payah. tentang hal - hal yang salah. tentang semua perkataan orang - orang yang salah. dan pikiran - pikiran itu mengajakku menumbuhkan satu keinginan. keinginan yang selalu hadir saat aku berada pada titik nol. terpuruk. sepi. menyedihkan. dan menjijikkan. “bagaimana kalau aku mati saja ?” satu pertanyaan atau permintaan yang bodoh. aku ingin mati saat mulut - mulut itu mengatakan aku tidak memikirkan masa depan. seolah - olah aku seperti seonggok daging beku yang hanya diam tak bergeming. tak berguna. seperti kera besar tua yang dipenjara lalu kerjaannya cuma tidur dan makan.

cih !!!

TAU APA MEREKA TENTANG AKU ?

mungkin dalam pemikiran mereka aku adalah beban. aku merugikan. aku mengganggu.

dan sekarang aku menawarkan satu permintaan pada mereka. bagaimana kalau aku mati saja ? setelah aku tiada, mungkin mereka bisa hidup tenang ? bahagia tanpa beban ? lepas dan puas seperti pada saat aku melepaskan dan meninggalkan apa yang selalu membebaniku. mungkinkah mereka menginginkan demikian ?

ah… semuanya masih saja salah. dan aku masih saja harus belajar untuk menerima keadaan yang memang tak pernah sesuai dengan apa yang aku inginkan. pada kenyataannya aku memang egois tapi aku tidak seperti kata mulut mereka. mungkin karena aku tak mengerti bagaimana cara mengungkapkan sebuah sikap sebagai simbol bahwa aku selalu memikirkan masa depan maka mereka bilang aku tak pernah memikirkannya.

aku memang payah dalam mengungkapkan sebuah sikap dan perkataan jika aku ada di luar sana. aku lebih ahli menuliskannya daripada mengungkapkannya denghan sikap dan kata2 yang nyata.

aku orang yang kaku. tapi tak seharusnya mereka mengatakan aku tak pernah memikirkan tentang masa depan berkali2 setiap hari setiap saat. aku ingin mereka mencoba mengerti dan memahami bagaimana aku dengan kelemahanku. bukan selalu mencoba memaksaku dan memberi sugesti2 negatif padaku. karena mereka tidak tau, jika mereka bilang aku seperti bla - bla - bla maka aku aku menjadi seperti bla - bla - bla dengan cepat. aku cenderung selalu mengikuti apa yang mereka katakan. apalagi aku selalu cepat menjadi sesuatu yang negatif dari sugesti2 mereka karena sifatku memang lebih cepat menyerap hal2 negatif dari pada hal2 positif. dan mereka tidak pernah tau, aku payah begini gara2 selalu mendengarkan ancaman2 mereka, sugesti2 negatif mereka dan keinginan2 mereka.

aku begini kerena mereka. tapi aku tak bisa menyalahkan mereka karena mereka tak boleh disalahkan.

karena semua kejadian ada tujuannya

akhirnya aku datang. aku ada dan aku hidup kembali di dunia maya.

banyak hal yang terjadi diluar sana selama aku hilang dari peredaran. hidup memang terus berjalan walau ada saatnya aku tak tau apa yang harus aku lakukan untuk melanjutkannya. stagnan dan aku terus mencoba untuk menggertak segala hal yang selalu diam mematung. mencoba membangunkan setan yang masih tertidur di dalam diri atau mencoba bergoyang tak beraturan untuk mengecap rasa letih, mendengar hembusan nafas yg cpt, merasakan keringat mengalir jatuh.

hey, aku seperti mati rasa.

lalu aku hempaskan semuanya. aku tanggalkan hal - hal yang membebaniku. aku tinggalkan. aku campakkan. kemudian aku berjalan menuju entah apa tapi yang pasti aku bahagia telah meninggalkan beban itu. aku lepas. aku bebas. aku lega.

tapi diam - diam ada yang berbisik, “kau egois jee !”. dan aku mulai dihantui rasa bersalah. tapi itu tidak lama karena aku pikir, semua kejadian pasti ada tujuan (seperti kata2 yang sering diucapkan alice dlm film “fiksi.”). aku bukannya kenapa2 lalu tiba2 memutuskan untuk meninggalkan hal yang menjadi rutinitas sehari2 hal yang menjamin masa depan, tapi aku seperti ada yang menuntun untuk spontan pergi dari hal itu dengan segera. dan jadilah seperti sekarang.

aku sendiri masih terkaget2 membayangkan apa yang baru saja aku lakukan. karena hahaha butuh keberanian untuk melepas hal itu karena hal itulah yang menjamin masa depan padahal aku penakut sejati.

untunglah bapak dan ibu sudah merelakan apa yang aku lepaskan itu. dan menerima apa adanya aku. mereka juga sudah sadar, tak baik memaksakan apa yang mereka inginkan. dan yang lebih untungnya lagi, kehidupanku lebih nyaman dan tentram tanpa semua hal yang membebani itu. walau aku tau aku kalah karena tidak bisa terus disana dan bertahan dari hal2 yang tidak aku sukai, aku hanya bisa berkata, sedang mencari jalan lain untuk menang.

karena semua kejadian ada tujuannya.

di perjalanan ini…

hidup itu seperti jaring laba - laba. yang membentang di atas udara. yang ringan namun curam. yang tertata rapi dan teratur. tapi pada saat kau tak sengaja membuat putus satu tali pada jaring laba - laba itu, maka tali - tali yang lain juga akan ikut terenggut, kusut. kau akan sulit untuk menata kembali jaring - jaring menjadi sedia kala. kau hanya bisa menenangkan sang laba - laba agar dia tidak menggigil mengetahui jaring - jaring rancangannya dibagian tertentu kusut, berantakan. kau hanya bisa mencoba untuk tidak merusak semua jaring. memang tak dapat kembali seperti sedia kala tapi ini akan lebih baik daripada rusak semua.

seperti jaring  laba - laba yang kusut tak bisa kembali seperti sedia kala seperti itu lah hidup. yang tak bisa kembali ke awal dan hanya dapat memaklumi apa yang telah terjadi lalu kembali melanjutkan perjalanan.

kita mungkin butuh waktu untuk diam sejenak. menghirup sepuas - puasnya oksigen lalu menghembus sepelan - pelannya karbondioksida.  kita butuh untuk diam - diam duduk di sudut kamar bersembunyi menyendiri dalam gelap. sambil mencoba pelan - pelan meneropong dunia yang riuh dgn sorak sorai yang sering kali diam ketika kita berpesta namun berpesta ketika kita sedang diam.

mungkin semula kau merasa sampai disini batas perjuanganmu untuk merajut jaring laba - labamu lebih lebar dan luas lagi tapi, selama kau masih bisa berpikir. selama kau masih mampu bernafas. dan selama kau tidak lupa bagaimana cara tersenyum, kau akan tau dunia itu memang tak selebar daun kelor.

carilah kendaraan yang baik untuk membawamu ke tempat yang tepat. semoga perjalananmu menyenangkan !

si pelipur lara

yang bertubuh kuyu meratap jengkal lelah
matanya menyapu ribut debu dengan riang bercengkrama di seputar selaput penglihatan
KOTOR.
nada - nada memang sudah terurai seirama sejak dulu
namun disini not - not balok itu bertebaran, berserakan di atas becek bekas air mata. pada tumpah deranya.
JENGAH.
yang singgah datang berganti - ganti
tanggalkan senyum wahai si pelipur lara
biar ego bicara
terdengar gelak mengudara
HEY !!!
si tubuh kuyu tadi tenggelam dalam tetes - tetes keringat nestapa
diselimuti pedih gigitan luka. luka lika liku la la la la…
SUDAH.
kau tak perlu menjadi penghibur untuknya
satu komponen dalam tubuhnya telah kenyang melahap lara hati.
YA,
cukup untuk peras gigil yang menyerap dalam derai tangisnya.

jee asha

untuk ayah, ibu dan adik - adikku yang hebat. telah lama kita hidup sepi deraan. kita telah terbiasa menikmati apa yang ada. dan kini hampir dua minggu kita di uji oleh yang maha kuasa. untuk mengusahakan apa yang tidak ada.

dengan air. kita di uji untuk berusaha, berkerjasama, dan menahan amarah atau ego. di ajarkan menghemat. di ajarkan bersabar. cobaan ini pasti ada hikmahnya.

saat semua satu - persatu menjadi masalah yang sangat berat. hingga keputus- asaan meradang dalam batin kita. kita tak akan lupa, bahwa kita adalah satu kesatuan keluarga. yang memiliki toleransi dan saling memiliki satu sama lain.

masalah ini akan menjadi pelajaran untuk kita semua.

mungkin ini adalah kunsekuensi dari apa yang aku pilih.

aku pergi dari kampus itu.

“Perjalanan masih panjang. pantang mundur !!!”

“Perjalanan masih panjang.  pantang mundur !!!”

sepertinya benar kata seorang teman dalam blognya, “Tuhan selera humor-Mu memang luar biasa”. betapa uniknya cara Tuhan untuk menasehati hambanya yang selalu berpikir dan bertanya - tanya ttg hal - hal yang sangat ia ragukan.

akhir - akhir ini aku selalu bertanya - tanya “apakah aku salah melangkah ? ah, aku tak mungkin kembali lagi setelah memutuskan untuk hengkang dari sana. tak mungkin kembali lagi,” kata - kata ini selalu berputar - putar di dalam kepalaku. seperti sudah menjadi hantu yang selalu membayang - bayangiku setiap saat.

ya, aku tak mungkin kembali lagi. aku tak mau dibilang plin - plan. lagi pula aku sudah tak punya muka bila aku memutuskan kembali lagi. terlanjur hilang, ya hilang saja selama - lamanya.

dan sore kemaren aku dan seorang teman yang juga sedang memikirkan kelanjutan masa depannya mendapatkan dua buah permen kiss. kau tau kan dibelakang permen kiss selalu ada semacam tulisan2. dan temanku mendapatkan permen yang bertuliskan “perjalanan masih panjang” sedang aku mendapat permen bertuliskan “pantang mundur”. hah… beberapa detik setelah mendapatkan permen tersebut dari seorang kasir yang mengembalikan uang receh dlm bentuk permen itu, kami tertawa terbahak - bahak menyadari permen ini menyindir kami.

aduh, Tuhan memang memiliki selera humor yang tinggi. dia telah menghibur aku dan temanku yang sedang bingung dengan cara yang unik. aku bahkan merasakan sentilan-Nya ditelingaku. DIA seperti geram atau gemes denganku.

ya, aku tak mungkin kembali lagi. tak mungkin mundur. dan seperti kata si permen hahahaha “PANTANG MUNDUR !!!” dan perjalanan memang masih panjang. kita tak pernah tau takdir apa yang menunggu kita di depan sana. jika ini adalah sebuah ketetapan untuk meninggalkan semua disana maka harus dijalani dengan semangat PANTANG MUNDUR.

hufff, jee jangan berpikir untuk kembali lagi. kau sudah melangkah terlalu jauh untuk berpikir kembali lagi.

seraut muka

seraut lemah kering rekah

dipoles keringat luluh berdebu

seraut muka bercerita letih

digerayangi jengah berselimut air mata

bibir kerut mencuat darah

bersembunyi lari, hilang

dipersembunyian hidup melaknat

tiada tanda baca dalam raut muka

mengalir dari hulu hati

seraut lemah, seraut muka, bibir kerut

terbakar merah bunga jantung

biar mengulum duri di pelupuk mata

tetap tak bisa bercerita si raut muka

………..

hahahaha… aku benci diriku !!! sangat amat membencinya !!!

PECUNDANG !

butterfly effect

hidup itu kadang dibawah, tergilas dan tandas oleh roda waktu. matahari. gerah dan debu. peluh. air mata. mata air darah.

hidup itu kadang di atas, terimbas sepoynya angin. hilang dahaga. ringan. lepas. bahagia. terang. menyinari disinari.

hidup itu kadang hanya mengambang. melayang. tidak terbang. tidak jatuh. tidak jelas. kehampaan. kosong. tersirat bisikan. lebih baik jatuh. lebih baik terbang. atau lebih baik mati.

satu keputusan, memiliki efek terharap kelancaran atau urutan takdir dimasa depan. dengan diri sendiri mau pun dengan orang lain. bahkan dengan orang - orang yang tidak kita kenali dan belum pernah kita jumpai.

urutan itu telah ditata sesuai dengan pilihan kita. hanya ada 2 kemungkinan. baik atau buruk. atau kau akan bergerak statis. mati rasa.

hmm, pernah nonton butterfly effect ? begitu lah hidup.

pagi ini gerimis tiba

oh tidak, aku tak mungkin kembali mundur setelah aku mengambil sebuah keputusan untuk pergi dan maju. aku tak mau dibilang kalah karena aku memang tak lagi berkompetisi atau bertarung. karena yang kujalani bukan sebuah pertandingan antara pikiran dan hati. aku hanya menjalankan rancangan hidup yang telah dibuat Tuhan dengan sedemikian rumit agar aku mengerti bagaimana rasanya jatuh dan bangkit. atau bangkit lalu jatuh.

aku memang tak mungkin untuk kembali lagi. karena aku sudah memutuskan untuk pergi sejauh mungkin. jika aku kembali lagi maka aku hanya akan mengulangi kesalahanku berulang kali. berkali - kali sampai aku ingin mati saja.

hidup memang bukan permainan. yang hanya berkisar antara peran - peran yang kau lakoni. tak perlu bermain - main karena dunia hanyalah tempat persinggahan. kau hanya perlu berlaku baik dan sopan lalu pergi juga dengan sopan.

aku hanya meniru sifat waktu untuk tak kembali lagi. karena yang kutau waktu tak pernah berjalan mundur. kalo pun ada, waktu itu bernama kenangan. masa lalu. dan aku akan menjadikan ini sebagai masa lalu. dimana masa yang membuatku mengerti akan banyak hal.

jika jalan yang kuambil ini salah maka itu adalah sebuah konsekuensi karena aku blm mengerti cara mengeja hidup. jika yang kuambil ini adalah benar. maka itu adalah sebuah jawaban yang telah lama aku nantikan.

oya, lepas dari ini aku jadi memikirkan, apa itu suara hati ? banyak orang yang mengatakan “IKUTILAH KATA HATIMU”. tapi pada kenyataannya PIKIRAN selalu menang daripada SUARA HATI. mereka hanya sekedar berkata. dan mereka tak sadar telah mengelabui suara hatinya.

hmm, apakah aku telah mengikuti suara hatiku atau aku hanya mengikuti ambisi semata ? jawabannya akan terungkap setelah aku menjalani semua ini. dimasa depan.

dunia dalam kamar mandi

apakah mereka sudah benar - benar mengerti apa yang aku rasakan setelah mereka mendengar aku tidak terkontrol karena aku tiba - tiba saja menangis terisak - isak hingga sesak napas di dalam kamar mandi sambil memegang ember merah besar hingga air mataku telah menggenang di dalamnya ?

senja itu begitu muram. hingga aku terbawa suasana dan kebiasaan menangis di balik bantalku berubah dengan beraninya menangis meraung - raung. sampai saat ini kepalaku masih sakit ditambah dinding pipi bagian dalam dekat dengan gerahamku menonjol karena keseringan kugigit tanpa sengaja. mungkin akibat aku terlalu kuat mengatupkan gigi2ku. sampai membentuk tonjolan yang bukan sariwan disana.

aku mungkin aku mengambil cuti kuliah. karena masalah ini harus aku selesaikan atau tidak aku menjelma menjadi gila.

Next Page »