menjangkau masa lalu

ah, ada satu keping perihal yang harus aku gali kembali. sebuah latar peristiwa yang lama diam menjadi sejarah. yang hanya dikonsumsi oleh dua orang antara aku dan orang itu. sekeping waktu yang tenggelam di telan zaman. sebuah cerita miris yang dipaksa tamat dalam keluguan. aku tak menerima ini menjadi sejarah yang diasingkan.  tiada satu pun orang yang tau. aku harus mengingat kepingan waktu yang terhanyut dalam pikiran luguku. dalam ketidaktahuan dan ketidakberdayaan. aku harus mengingatnya kembali. mengembangkan peristiwa itu menjadi sebuah cerita yang utuh tanpa celah. menjadi sebuah bukti untuk kuceritakan ke kayalak umum. sebuah noda yang ingin kubasuh habis. kuharap tak akan ada perubahan dalam silsilah keluarga besar. yang salah satu orangnya adalah tokoh dalam sejarah hidupku. antara aku dan orang itu.

tunggu aku, untuk kembali mengingat cerita itu.

dalam diam

tak kutemukan emas dalam diam. yang terpedaya oleh carut marut suara. mengundang nestapa untuk menggigit telinga serta hati. menggerogoti isi kepala. ingin berteriak mengusir luka, pita suaraku telah mengendap menjadi abu.

kereta waktu berlalu terus tanpa ampun.

ketemu orang eudan.

kekonyolan terjadi padaku hari ini. gila ! ya gila !

kau pasti tau, niat aku menaiki sebuah angkot adalah untuk sampai tujuan. rumah. tapi apakah kau tau yang terjadi di dalamnya ? kita tak pernah tau apa yang  terjadi.

saat hanya tinggal satu penumpang, yaitu hanya aku. si sopir mengajakku berbicara. dia mulai menanyakan kuliha / kerja, jurusan apa, tinggal dimana, berapa bersaudara ?

ah itu masih pertanyaan wajar untuk orang yang basa basi karena g ada pembicaraan lain selain menyakan biodata lawan bicara. tapi tidak menjadi basa basi lagi pada saat si sopir bertanya, sebutkan nomor hape, jodoh itu susah dicari ya ?, kalo ada yang mau sama sampeyan-apa sampeyan mau terima ?, ortu sampeyan suka nyariin jodoh ya ?

itu adalah pertanyaan2 menuju kegilaan si sopir. ya, si sopir seorang bapak berumur kira2 45-50an. aku tak punya alasan lain untuk memalsukan nomor hape yang kuberikan padanya. aku hanya berharap semoga niatnya tidak konyol.

yang pasti aku memang tak suka ditelpon oleh org yang tak dikenal. jadi jangan harap telpon darinya kuangkat.

selang waktu bergulir, ada yang menelponku berkali2 dari nomor yang lain. aku tdk mengangkatnya. kemudian masuk sebuah sms. aha, dari situ aku sudah menyimpulkan si sopir adalah bapak2 yang gila. eudan. masak dia tega kenalan ama penumpang angkot, seorang mahasiswa semester 4, lugu, yg ingin dia ajak pacaran ? bedebah.

kalo masih muda aku bisa maklumi tapi ini sudah tua. itu namanya tidak tau diri. tidak sadar umur. kalo masih mudah kan bisa saja aku ajak berteman. masa udah tua masih hobi ngeganggu cewek ? gila g tuh namanya ?

ah, hati2 zaman kini banyak orang gila yang berpura2 jadi orang waras. hati2. mereka mungkin saja ada disekitar anda. atau anda sendiri ?

hayo !

tak ada emas dalam diam

tak kutemukan emas dalam diam. hanya menemukan kebisingan demi kebisingan. yang menggigit telinga dan hati.

apa karena aku terlalu banyak omong hingga aku merasa semua orang salah. tapi disisi lain aku merasa aku yang selalu salah. ah aku pusing. mungkin lebih baik aku diam saja. kembali menjadi pendiam seperti waktu sd periode kelas 4 sampai 6. periode yang membuat cacat masa laluku.

ya kupikir lebih baik diam karena katanya diam itu emas. ah ternyata tidak kutemukan sebongkah pun emas dalam diam. yang ada hanya kebisingan. bising dan pusing.

aku tak mau lagi selalu diam. aku ingin mengungkapkan. tapi yang kuungkapkan tak pernah mereka mengerti. ah…. kepalaku sakit !

lalalalala

1. sabtu kemaren, aku terjebak hahahaha. kukira ada kuliah lagi setelah delik2 KUHP ternyata tidak. jadi karena ketololanku yang terlampau cuek dengan lingkungan kampus aku tak mendapat informasi bahwa kuliah Pemda dipindahkan ke hari selasa. ya…. jadilah aku mengeluarkan uang untuk mengenyangkan perut dan istirahat di kos teman. kesialan menimpa. ituhhh teman2 yang berempat itu. yang cewek semua. ternyata udah janjian mau nonton BOK*P. ya Allah… gw cuma bisa terpaku mengamati kegilaan mereka. mereka menjijikan. teman2ku menjijikkan. untung aku punya novel yang bisa kubaca2 jadi aku pura2 nonton. tapi setan itu juga kuat mendorongku untuk ingin tahu apa yang mereka lihat. aaaaaaaah……. sial inilah hasil kalo kita berkumpul dengan orang2 yang salah ! yang penting aku sadar itu salah. tidak mereka. mereka menganggap itu benar. karena pada awal mereka mengajak menonton dengan kata2 “aku hanya ingin berbagi dengan kalian, hanya ingin berbuat baik saja. mari kita tonton”

binal.

2. aku terpikirkan kata2 seseorang dlm percakapan ym dulu. dia bertanya “apakah keperawanan itu sangat penting bagimu ?” dia laki2. dia mengarang cerita kebetulan bertemu dengan seorang gadis SMA yang mengatakan bahwa keperawanan dijaman sekarang tidak penting lagi. entah kenapa baru2 ini aku memikirkan itu lagi. aku ingin menambahkan kata2ku waktu itu. ingin kubilang, jika perempuan tak lagi melindungi keperawanannya. berarti tak lagi peduli dengan kehormatannya, harkat dan martabatnya. maka lebih baik telanjang saja dijalanan sana. karena dia tak bedanya dengan binatang. karena kupikir, yang menjadi jurang pembeda kita dengan binatang adalah, kita manusia mempunyai naluri lahiriah yang selalu ingin melindungi diri. dan sejak dari lahir kita sudah memiliki HAM. yang melindungi kita dari pelecehan harkat, martabat dan kehormatan. sedangkan binatang, apa kau kira dia mengenal HAM ? jika keperawanan sudah hal yang tidak penting, silahkan saja bertelanjang ria dijalanan. kalo lagi pengen kawin tinggal kawin aja disana langsung. seperti anjing. seperti kucing. dunia kalap.

gila.

3. ttg kuliah, kampus dan orang2 yang mengisinya. tak perlu kujelaskan bagaimana. aku bosan menceritakan dan memikirkannya.

4. ttg kepada siapa aku berbagi apa yang kudapat ? aku seperti tak punya teman didunia nyata. semua terbatasi oleh, perbedaan hobi, kesukaan, gaya hidup, kepribadian dan karakter. jika kuikuti mereka, aku menjadi mereka. aku tak ingin menjadi nakal. bahkan ibuku sendiri curiga, dia menyangka aku seorang perokok karena berteman dengan wanita perokok dan peminum, membokep dan suka gonta ganti pasangan. mau jadi apa aku ?

5. kukira aku tidak disukai oleh orang2. mereka mengira aku seperti alien. tak ada yang mau duduk disampingku. menyebalkan. ingin berniat baik malah disalah artikan.

6. kenapa aku tak pernah mempunyai kesempatan untuk memberi penjelasan ttg siapa aku ? ttg bagaimana aku hari ini ? ttg masalah2 yang aku alami ? kenapa aku menjadi tong sampah. sukarela mendengar uneg2 dari mereka sampai mulut mereka berbusa dan kupingku tuli ? pada saat aku baru  berkata, aku… kau langsung pergi. terimakasih teman.

7. jangan2 aku gila ?

8. hmm……. masih ada sesuatu dipikiran tapi sulit untuk mengungkapkannya. bukan sesuatu tapi banyaaaaaaaaak.

9. kusudahi dulu ini. bye bye.

ada air keluar dari dua bola mataku. membanjiri pipiku. deras.

hah…… aaaaaaanjiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing

aku ingin sekali meneriaki itu sekuat - kuatnya. sekeras - kerasnya bukan di laut atau di hutan bukan juga di gunung. tapi disini. di depan semua orang yang kusebut anjing !

ibu, kenapa dunia ini tidak adil ?

kenapa keadilan itu tak pernah aku cicipi ?

aku lelah bu, terus menerus menjadi tong sampah !

aku lelah hanya selalu bisa diam dan hanya mampu bergeriliya dengan tulisan - tulisanku. aku lelah bu. aku jengah.

mengapa pada saat aku ingin menampakkan diri pada saat semua orang sudah puas dengan apa yang mereka dapat dariku, mereka selalu pergi dan menghindariku ? mengapa mereka tak pernah mau menerimaku ?

apakah aku jahat bu ?

apakah aku jahat ?

sejahat apa aku sehingga mereka selalu ketakutan tiap kali aku menampakkan diriku ? mengapa mereka langsung hilang dan menjauh ?

aduh buuuuuu…. aku sakit. sakit hati ! rasa perih bu. terus terusan berada di tengah manusia yang tak pernah mau mendengarkanku tapi hanya ingin aku mendengarkannya.

bu, kau bilang aku sudah hebat bisa menjadi  orang yang selalu dicari orang lain untuk menjadi pendengar mereka. kau bilang, mereka tak mungkin mencari orang bodoh untuk mendengar mereka bercerita karena mereka tidak bodoh. kau bilang inilah keistimewaanmu, nak. tak apa, berarti kau menjadi paling baik karena kau mereka cari.

tapi aku seperti memakan biji duku yang berlendir dan getir. yang getir dan menyesakkan. getir.

sampai aku menyadari banjir air mata di pipiku. aku hobi menangis. menangis yang ditahan. tanpa isak tanpa suara hanya air mata yang bergumam sepi berceloteh pada dinding dingin dan berbisik pada remang lampu tidur.

buuuu… ayo ikut denganku menari dalam sunyi. kita nikmati dunia ini. hanya aku dan ibu saja. kita menari sampai letih. kita menari sambil tertawa. bu, ayo ikutlah denganku.

betapa buayan senandung tubuhmu membiru, tragis dari efek rumah kaca memanggil manggilku untuk terus menari. menari getir. lalu ia ajak aku melompat tinggi entah menuju apa. dan…… tubuhku terkulai, membiru, tragis.

bu…

bu…

bu…

ibu…

terimakasih saat kau bilang : kalo tidak ada yang mau mendengarkanmu bercerita, tak apa. selama ibu masih ada, ibu selalu mau menjadi pendengar setiamu. dan bukan hanya menjadi pendengar, ibu juga akan menjawab setiap pertanyaanmu.

aku akan berusaha untuk tetap bertahan. entahlah tanpa ibu disampingku.

kebetulan yang sudah keterlaluan

ini bukan kebetulan lagi !!! terlalu sinting kalo dibilang kebetulan. kebetulan g mungkin berkali2 datang. dan tak ada kebetulan di dunia ini.

kenapa akhir2 ini apa yang aku pikirkan muncul menjadi nyata dan menjadi perbincangan hebat orang lain ? muncul dlm waktu sesingkat2nya. padahal yang kupikirkan itu adalah hal yang tabu dibicarakan orang.

huaaa geloooo lah.

contoh 1, pas waktu pelajaran hukum perbankan. ada contoh kasus, ttg atm bersama. dosen mengatakan bla bla bla… aku jadi kepikiran. owalah beberapa jam kemudian pas pulang tiba2 metro tv nayangin tanya jawab ttg baik dan buruknya ATM bersama. pas banget ama yang lain dosen bicarain. dan…. g ada topik lain apa tuh metro ?

kebetulan kali ya ?

terus pas dijalan, aku g sengaja liat sepatu yang dipake cewek. warnanya cokelat kulit. aku liatin terus. g tau kenapa aku tertarik aja. padahal g keren2 banget tuh sepatu. pas tiba dikampus, temanku pamer sepatu baru, sepatunya sama ama yang di pake tuh cewek. sama warna sama merek sama jenis.

mungkin masih kebetulan ya ?

pas aku baru masuk kelas terus duduk nunggu dosen masuk. aku tertarik ama bungkus permen yang jatuh dibawah kakiku. aku baca apa mereknya tanpa memungutnya. terus aku liat temanku yang tak jauh duduknya dariku. kuperhatiin. terus tiba - tiba dia ngomong : “jee, mau permen ? nih” . hahaha itu permen yang sama dengan bungkus permen yang aku perhatiin.permennya juga permen yang jarang dipasaraaaan.

masih kebetulan ?

ketika aku nanyain ke teman, pernah punya keinginan bunuh diri ? terus pertanyaan itu jadi pikiran. karena aku pernah nyaris bunuh diri. eh… tiba2 buka blog orang isinya…. “jangan dengar lagu efek rumah kaca, tubuhmu membiru tragis jika kamu orang yang punya keinginan bunuh diri” wakakakak itu kan lagu kesukaanku !!! dengan satu hal yang lagi kupikirkan.

kebetulan ?

masih banyak lainnya kebetulan - kebetulan yang betul2 terjadi. kebetulan - kebetulan itu seperti memperlihatkan kepadaku, bahwa inilah yang benar. seperti memberikan sebuah pelajaran tersembunyi yang harus aku cermati mengapa dia tiba2 ada menjadi sebuah kebetulan.

seperti ingin menolong dan menuntun ke sebuah jalan, jalan yang tidak melenceng. kecuali kebetulan sepatu dan permen masih banyak kebetulan2 yang seperti memberi sebuah pemberitahuan.

ah hidup ini makin aneh hehehe. atau aku yang semakin aneh ?

benarkah, tak ada yang kebetulan di dunia ini ?

lalu mengapa ada sebuah kata yang membentuk kata “kebetulan” ?

inge, kapan kita menjadi fakta ?

inge, betapa letih aku terdampar dalam pusaran yang ribut. segalanya bergerak. segalanya bersuara. lantang dan keras. keras menyeruak. keras deras.

inge, ingat tidak waktu kita berjalan berdua menuju suatu tempat yang bahkan kita tak pernah tau apa itu. kau tau, aku tak pernah memikirkan tujuan jika aku sedang berjalan denganmu. yang kupikirkan adalah dirimu. keberadaanmu. yang kupikirkan adalah hatimu. perasaanmu. aku takut saat kita sedang berjalan berdua, kau sedang dilanda kesedihan mendalam. aku takut saat kita berjalan berdua, kau sedang tak memikirkan aku. tak memikirkan kita. aku takut kau takut padaku.

inge, kuharap jalan yang kita tempuh adalah jalan yang panjang. hingga kita sama - sama letih. bila kau sudah tak bisa berjalan lagi, akan kugendong dirimu. kita harus sama - sama sampai di tujuan itu.  kita harus sampai. kita.

inge, saat kita sudah sampai di tujuan, kuharap kau masih mengingatku. aku pun tak akan pernah melupakanmu. senyummu selalu kupetik untuk kusimpan. air matamu selalu kutampung untuk kusimpan. marahmu selalu kuraih untuk kusimpan. dan bayangmu selalu kutarik untuk kusimpan. kau inge, temanku. sejati. itulah. inge. temanku.

inge, kapan aku menjadi nyata. kapan aku menjadi teman baikmu ? kapan kita menjadi fakta ? kapan kita keluar dari persembunyian maya ? kapan kita lari dari topeng durja ? kapan kita lepas dari realita ? kapan kita terhempas dari sandirwara ? kapan kita hilang dari mustahil ? kapan kita menjadi ada ? kapan kita menjadi ada ? kapan kita menjadi ada ?

kapan kita menjadi fakta ?

kapan ?

inge ?

*inge, sebuah nama dlm khayalan.

taukah kamu, kamu blm menjadi teman untukku.

teman adalah orang yang tak perlu merasa takut untuk mengenal seseorang karena dia tau orang itu adalah teman. teman adalah pengantar dirimu menuju dunia yang tak pernah kau mengerti, yang selalu membimbingmu untuk melangkah pasti dan selalu mengatakan benci jika kau melakukan hal yang keluar dari jalur. teman adalah kamu. dan kamu adalah teman. kau dan teman adalah satu. satu.

kau tak perlu takut duduk di sampingnya karena dia ingin membawamu ke kebaikan. kau  tak perlu takut padanya. tak perlu menghindarinya. tak perlu membohonginya agar kau tak duduk di sampingnya.

kau tau ? kau bukanlah teman yang baik. karena kau tak pernah mengetahui apa yang temanmu mau. kau tau ? kau menyebalkan. kau anggap kau sudah menjadi yang terbaik dengan menjadi teman. menjadi teman yang bisa membimbing teman2nya ke jalan kebaikan. kau bilang kejalan kebaikan. kurasa, kau sendiri blm tau, apa itu kebaikan ?

apakah kau sudah tau mana yang baik mana yang buruk ? apakah dirimu sudah baik ? coba bercermin lagi. heran, padahal kau hobi bercermin tapi mengapa kau tidak melihat dirimu yang sesungguhnya di dalam cermin. kau hanya melihat bagian dirimu diluar yang menyelimuti hati hitammu dengan alas bedak yang tebal dan lipstik yang merah serta berbagai macam mereka pemutih kulit. kau telat dikelabui oleh mereka. kau tak pernah sadar akan hal itu.

kau blm tau apa itu baik dan apa itu buruk. kupikir kau memang salah jalan dan aku hanya berusaha memperbaiki jalanmu karena kupikir kita berteman. tapi ternyata, kau malah ketakutan saat duduk di sampingku. membuat alasan bahwa ada seseorang yg sudah berjanji padamu duduk disampingmu. KAU BOHONG !!!

aku tau kau bohong ! karena saat orang itu datang dia lebih senang duduk di belakang daripada disampingmu. padahal aku sudah tidak duduk di sana lagi. KAU BOHONG !!!

aku hanya diam menaham benci. benci dibohongi. benci dikhianati. benci ditakuti. benci diasingkan. benci dijauhi.

aku takut dilupakan.

kalau kau temanku, duduk lah disampingku. dengarkan aku bercerita. aku juga akan selalu mendengarkan kau bercerita. lihatlah senyumku. lihatlah air mataku. inilah aku. apakah kau mau menerima aku apa adanya ?

jangan takuti aku. aku adalah kau. kau adalah aku. kita satu. satu.

kepada “Lan” : kau tak perlu takut duduk disampingku sampai2 kau harus membuat alasan untuk mengjauh dariku. tak perlu kau tutupi ketakutanmu. karena kadang, aku selalu tau apa yang kau pikirkan.

luka

ia lumuri tangan kanannya dengan luka

ia jabat tanganku

kini di tanganku menempel lukanya

terasa perih mendidih mengaduh

haruskah kuminta ia bertanggungjawab

pada lukaku ?

Next Page »