orang gila semuanya !!!

mereka bergerak mengikuti dua suara, hati dan pikiran.

mereka menapaki bumi dengan ambisi dan tujuan.

mereka ya, hanya mereka. satu - satu perorang. hidup dengan otak cuek dan tak mau tau. yang berpikir “yang penting gw aman !”. yang berkata “ah, ngapain ngurusin gituan, g penting. kalo udah malang ya malang, mati ya mati. bikin repot aja, anggap aja lagi sial.” dan mereka yang hanya menonton sambil terperahan melihat kesakitan didepan mata mereka.

mereka itu kenapa ? kenapa mereka kayak gitu ?

orang gila semuanya !!! semuanya orang gila !

uhg, jadi bengis begini !!!

tolong dengarkan aku dan coba untuk mengerti.

kenapa orang2 seperti tak mau menerima aku untuk saling berbagi dan menjalani hubungan yang timbal balik. mengapa setiap aku bertemu dengan orang2 mereka hanya menginginkan diri mereka untuk selalu didengar, dihayati dan dilayani sementara mereka seolah tidak peduli dengan bagaimana perasaanku, pikiranku yang penuh karena ingin membagi sesuatu yang aku pikirkan dengan mereka. mengapa mereka selalu tidak peduli dengan apa yang aku rasakan.
mengapa mereka seperti tak punya hati selalu menginginkan untuk selalu didengar dan dilayani tanpa mau mendengar dan melayani atau tanpa ingin menerima sesuatu yang ingin aku sampaikan.
apakah mereka masih bisa aku anggap teman ?
ketika mereka hanya datang padaku disaat mereka lelah dan merasa sepi, disaat mereka tak tau mau berbuat apa, disaat mereka terpuruk sendirian. pada saat itu barulah mereka datang padaku, ingat padaku.
sementara, aku masih tersendat - sendat  mengutarakan isi hatiku yang sering kuurungkan niat untuk mengutarakannya. aku menjadi orang yang sulit mengekspresikan sesuatu dimata mereka. tapi aku dengan pasrah menjadi pakar disetiap masalah yang mereka hadapi.

ketika aku merasa sendiri, tak pernah ada mereka yang mau menemani.

api yang selalu melenyapkan sejarah.

kebakaran dimana2.

dipadang aja udah terjadi lebih dari sekurang2nya lima kali kebakaran. apalagi diluar sana.

api. kasian orang yang kebakaran rumahnya. buku2 dibakar. baju2 menjadi abu. kenangan luluh lantak. habis. ludes menjadi arang.

dulu waktu aku sebelum tk, pernah terjadi kebakaran di gang sebelah rumahku. rumahnya tingkat tiga. rumahnya juga berdekatan dengan rumah2 kayu. para tetangga banyak yang nitip barang2 berharga mereka di rumahku yang diperkirakan jauh dari jilatan apinya.

aku lihat, wajah mereka pucat berkeringat dan berminyak. nafas mereka ngos - ngosan. diluar sana, banyak yang berteriak “KEBAKARAN !!! KEBAKARAN !!! KEBAKARAN !!!”.

ya, kebakaran.

anehnya, kebiasaan jelekku selalu muncul tiap kali aku ngeliat kejadian2 yang g biasanya. aku  membayangkan seandainya rumahku yang terbakar itu. habis dan hitam. lalu aku berpikir setelah api padam, rumahku bakal seperti apa ? ibuku dimana ? dan bapakku kemana ? adik2ku dimana ? buku2 kesayanganku mana ? tiviku mana ? kasur empukku mana ? lemari esku mana ?

ya, kebakaran.

api yang menjilat2 semua benda. lalu melahapnya hingga menjadi arang hitam dan abu. hingga tak berupa.

api yang selalu melenyapkan sejarah.

ada lubang di hati yang lama tak terisi

Aku adalah angin yang bertiup dari timur. Berhembus bersama bau bunga krisan dan mawar. Berputar – putar bersama serpihan dedaunan kering dan pasir dari pantai di ujung sana. Aku adalah cahaya. Terpancar tajam ke sela – sela jemarimu. Memanaskan ubun – ubunmu dan menerangi penglihatanmu. Aku adalah gelap. Menyamakan setiap sudut. Membutakan penglihatanmu dan melahap semua titik sinar. Aku adalah air. Mengalir bersama gemuruh dan awan hitam. Berlari keluar dari dua bola matamu dan setia selalu memeluk bumimu. Aku adalah kosong. Yang menunggu untuk diisi. Yang menunggu untuk ditempati. Yang menunggu untuk dihuni dan yang menunggu untuk ditata.

*)Ku buka mata dan ku lihat dunia
‘tlah ku terima anugerah cintanya
Tak pernah aku menyesali yang ku punya
Tapi ku sadari ada lubang dalam hati

Lalu kosong itu sudah mulai berkarat dan berdebu, berpenghuni hantu. Kemudian mulai tersesat dan buta arah. Tak menemui terang, juga tak menemui bintang. Lalu bimbang setelah itu bingung.

Apakah aku adalah manusia tanpa hati ?

Ketika manusia yang lain selalu mengisi hati mereka dengan cinta yang berganti – ganti, aku terpekur tanpa satu  keping cinta pun. Aku tak memiliki sebutir pun cinta. Aku mati rasa. Hidup tanpa hati.

Apakah aku adalah manusia tanpa hati ?

Ketika manusia yang lain menyia – nyiakan cinta mereka, aku hanya bisa diam sambil bertanya kepada Tuhan ; “Apakah cinta yang mereka sia – siakan itu sebenarnya untukku ?”.

*)Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati

Dan aku akhirnya menerima jawaban dari Tuhan, “tidak, cinta itu bukan untukmu. Tapi untuk yang lain”. Lalu aku pun kembali bertanya pada Tuhan, “kalau begitu, kapan aku mendapatkannya ?”. Setelah aku bertanya, aku hanya mendengar erangan kecil dari Tuhan. Entah apa maksudnya. Tuhan tak mau menjawabnya. Hanya diam.

Ada lubang di hatiku yang tak mudah untuk diisi. Pernah kucoba mengisinya dengan lukisan - lukisan banyak wajah, tetap saja aku tak merasa lubang di hati itu terisi. Pernah juga kupenuhi dengan kelopak – kelopak bunga mimpi, yah… tetap saja masih banyak ruang yang kosong melompong dan angin selalu bersiul setiap kali melewatinya.

*)Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang dalam di hati

Lubang di hatiku menganga meminta makan. Tak pernah mengatup dan tertutup. Waktu itu aku sempat nekat masuk ke dalamnya. Kucari sesuatu disana. Sesuatu yang kurasa bercahaya, yang kadang dingin kadang hangat. Yah… tetap saja aku tak menemukan apa pun disana selain sunyi dan tenang.

Suatu hari aku sempat berniat ingin membakar lubang di hati itu. Aku berharap api dapat menciptakan bongkahan – bongkahan hitam di dalamnya. Aku berharap lubang itu diisi oleh banyak bongkahan hitam yang hangus terbakar. Setidaknya, lubang di hati itu telah penuh terisi oleh bongkahan hitam itu. Ya, setidaknya begitu.

Tapi, aku urungkan niatku. Aku takut terbakar. Aku takut menjadi abu. Aku juga takut menyesap sengatan panasnya yang membara. Aku takut mendekati bongkahan – bongkahan hitam yang memendarkan rona orange dari dalamnya. Aku memang penakut.

*)Ku mengira hanya dialah obatnya
Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti

Lalu akan aku apakan lubang di hati ini ? Apakah harus kubiarkan kosong melompong dan menunggu sesuatu mengisinya. Ataukah aku harus memaksakan sesuatu untuk memenuhinya hingga membuncah dan berserakan ?

Lama aku melamunkan tentang kekosongan lubang di hati. Sampai hujan mengguyur tanah di kakiku dan malam melipat langitnya lalu membuka seluas – luasnya cakrawala pagi. Hingga petang tiba, aku masih memikirkan siapa yang bisa mengisi lubang di ini ?

Hanya kepada Tuhan sipemilik hati, aku berserah diri…

*)lirik lagu berjudul “lubang di hati” dari Letto.

sisa pulsa dalam kartu prabayar anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini. segera lakukan pengisian ulang..

aku sudah menapaki tanah, subuh - subuh pukul empat. hidungku, semangat menciumi aroma embun - embun yang baru lahir. harum. kau tahu apa yang aku cari subuh - subuh ini ? kau tahu apa ?

aku sedang… mencuri… rejeki orang - orang yang masih tertidur pulas. tertidur pulas bersama mimpi - mimpi indah mereka. huh, tidur saja terus sampai mampus. peduli amat. hahaha. ya,  aku sedang mencuri keberuntungan mereka.

tau tidak berapa banyak keberuntungan yang aku curi setiap pagi ? satu ? oh tidak. dua ? ahahaha salah. sepuluh ? salah besar ! aku sudah mencuri satu milyar keberuntungan yang mereka sia - siakan karena masih tidur diwaktu pagi.

loh ? kenapa bengong ? ini benar loh ! aku bukan penipu. bukan penipu kayak orang - orang di senayan sana. yang diberi amanat ama kalian eh malah hobi bolos kayak anak - anak SMA dekat rumahku yang suka cabut dari sekolah. mereka bilang cabut atau bolos diam - diam dari sekolah itu keren, gokil. mau niru juga ? kita kan peniru. apa - apa ditiru. orang ngomong taik aja pake ikut - ikutan ngomong taik juga. sama kayak aku.

meniru itu sebagian dari iman hahahaha. jangan protes !

ya meniru itu memang secara tidak sadar sudah menjadi darah dan daging kita. juga sudah menjadi sebagian dari iman. kenapa ? kalo kita hidup tanpa meniru, mungkin kita masih berada pada jaman batu. benar g ?

maka kalo g mau disebut peniru jadilah orang yang ditiru !

bikin inovasi baru yang blm pernah ada dimuka bumi. apa itu ? lah kok malah nanya ke aku. itu tandanya kamu masih pengen jadi peniru dunk. pikirin aja sendiri apa itu. supaya kita menjadi orang yang ditiru bukan menjadi seorang peniru, plagiat.

meniru itu sebagian dari iman. maka kita dituntut punya pendirian yang bisa bikin kita memiliki pemikiran original milik sendiri. lalu kita juga akhirnya bisa menciptakan sesuatu yang baru.

pendirian bukan berarti aku adalah aku. menurut aku, ucapan aku adalah aku bisa dikatakan sebagai kata - kata yang mengatasnamakan keegoisan. karena “aku” hanya menjadi “aku” hanya milik “aku” dan “aku” adalah “aku” bukan yang lain selain “aku”. bagaimana cara menggambarkan keakuan itu. sebenarnya niat menuliskan itu bukan menggambarkan “aku” sebagai seorang manusia yang egois karena beranggapan hanya “aku” yang bisa menguasai “aku” tapi menuliskan itu dengan maksud bahwa “aku” tidak bisa dipengaruhi orang hal2 yang negatif yang bisa merubah pendirian si “aku”. tapi setelah aku pikir - pikir kata - kata aku adalah aku itu makin lama seperti makin mendokrin kita menjadi aku yang berwatak keras kepala dan bebal dan selalu benar.

egois.

aku pikir hidup adalah panggung sandiwara yang setiap saat kita bisa saja tiba - tiba mendapatkan peran yang berbeda. dalam suatu adegan di sinetron kejar tayang. dimana kita harus berpura - pura menjadi seorang dokter pada saat kita adalah seorang ibu rumah tangga, dimana kita harus tiba - tiba menjadi tukang tambal ban disaat kita adalah seorang pegawai bank, dimana kita harus tiba - tiba menjadi siswa disaat kita adalah seorang dosen, dimana kita harus tiba - tiba menjadi orang idiot padahal kita adalah seorang profesor, dan dimana kita menjadi buta padahal kita orang yang senang melihat warna - warni bunga.

dan jika kita masih berpikir “aku adalah aku” maka kita hanya akan terus melakoni, memerankan diri kita sendiri seumur hidup sampai mati tanpa  bisa mencicipi peran - peran yang lain. rasanya menjadi datar dan hambar. seumur hidup hanya mengetahui “aku” tanpa keinginan melihat peran - peran yang lain.

dulu aku pernah tulis aku adalah aku pada setiap about me di fs atau dimana pun tapi sekarang kayaknya udah diganti. iya, kayaknya sih.

fuih… udah jam… *liat hp dulu duh jamnya rada kekencengan (halah)

udah jam 1 lewat dikit eh lewatnya banyak. udah pagi ! selamat pagi ^^

waktunya memanggil mimpi.

*maap ne posting rada ngelantur tapi bukan karena kebentur mungkin hanya sedikit ngawur, semoga kebentur (loh ?) jangan ngelantur !@!!!

jangan lama2 melamun

aku membuka isi kepalaku.

kosong.

minta jatuh cinta

maaf, akhir - akhir ini aku tak bisa menuliskan satu patah kata pun, yang bisa membentuk sebuah bait lalu menjadi sebuah karya sastra. aku buta ide.

aku bingung dan sekaligus cemas atau mungkin aku tak perlu mencemaskan apa - apa.

tapi bagaimana tidak cemas, aku sudah seperti orang yang tidak normal. aku sudah tidak pernah lagi merasa jatuh cinta. hey ini memang jenaka. mungkinkah hatiku mati rasa ?

Tuhan, datangkan dan dekatkan lah aku pada sumber cinta itu. entah pada siapa atau pada apa. rasanya aku seperti orang bodoh yang minta jatuh cinta.

orang gila berkata

oi…

kok tiba2 jadi hancur gini perasaan ?

bawaannya pengen nangis dlm detik ini. padahal tadi happy2 aja. kenapa ? kenapa ?

ini orang kenapa sih. bentar2 moodnya berubah. bipolar lo ?

gw pengen nangis ajaaaaaa.

rasanya gw tuh kagak punya manfaatnya hidup.

njir… gw pengen nonjok orang.

halah gila lo !

grgrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr rasanya tuh kipas angin yang ngegantung dilangitlangit tuh pengen gw copotin gw banting2.

rasanya gw pengen nyumpah serapahin orang2. aaaaaaaah biadab.

sinting lo !

kalo gw emang sinting, lo mau apa heh ?

bunuh aja gw sekalian. pengen tau apa rasanya mati !

gila

kebakaran dimana - mana

ada orang - orang yang tenggelam

banjir disana - sini

disatu sisi lain kekeringan

tank - tank baja meratakan tanah berdarah

selongsong peluru bertaburan di atas bumi

pisau berbicara memotong - motong daging manusia

bom ! bom ! bom !

berteriak ! berteriak ! berteriak !

kacau.

wajah bumi jadi tak karuan

entah menangis entah tertawa

kutu - kutu menggusur lahan

perang ! perang ! perang !

mau apalagi ? mau apalagi ? mau apalagi ?

saling tuding itu bodoh ini bodoh

saling kecam itu kejam ini kejam

ini salah itu salah

ah, gila semuanya gila

lama - lama aku juga jadi gila

gila !

sakit, ujian, dan tidak boleh ikut ujian.

hari ini ujian akhir semester 3 dimulai.

ya.. awal yang buruk dengan saia menderita demam serta pilek dan batuk2.

ditambah saia tidak diijinkan ikut ujian hukum laut gara2 absen saia lebih dari empat kali. ya, saia g hadir 5 kali pada mata kuliah itu tapi padahal orang2 yang lain ada tuh g hadir berkali2 malah bisa ikut. karena mereka curang.

ya… bulan ini bakal jadi bulan pahit hahaha tapi dibalik pahit itu saia bisa memahami maksud Tuhan.

kalo saia ikut ujian hukum laut otomatis saia harus bikin tugasnya yang makalah sebejibun banyaknya, padahal kan sekarang saia lagi sakit. untung saja saia g dibolehin ikut hueheue.

ya.. semoga saia cepat sembuh, semoga ujian semester ini lekas usai.

amin.

Next Page »