persetan dengan bunyi terompet dan hujan kembang api

pukul 00.00 tepat. bunyi terompet nyaring terdengar disana - sini. hujan kembang api dimana - mana. tapi di sini, di tempatku sunyi senyap. yang ada malah gundahnya hati mengingat kejadian tanggal 31nya. pada pukul 2 pagi pelan - pelan aku menangis. dengan cepat mengamuk. mempertanyakan mengapa aku harus ada disana selama bertahun - tahun lagi ? mengapa aku harus mengenal mereka ? mengapa ? mengapa ? mengapa ?

persetan dengan bunyi terompet dan hujan kembang api. persetan dengan semuanya. kini mataku sebab dan aku tercenung seperti orang gila. dan tak ada yang tau bagaimana karena aku pandai menyimpan wajah asliku.

kenapa aku tak bisa marah di hadapan mereka ? mengapa ?

aku ini memang pengecut. pengecut. pengecut. taik lah.

inginku tampar mereka setiap kali perkataanku mereka anggap bohong belaka. walau mereka tidak bilang tapi aku tau mereka menganggapku pecundang.

YA TUHAN……………………………. AKU G MAU KULIAH DISANAAAA !!!! mau sampai kapan mendem disana ? neraka yang di penuhi anak2 tk dengan bangkai yang besar.

antara merah dan hitam

aku terkulai tertidur  antara merah dan hitam

menembus apa yang tak bisa kuterka. dengan akal.

aku melompat dari tempatmu membunuhku. membunuh semua bayang - bayangku.

katakan, katakan kau membenciku. anggap saja semua hanya cerita dongeng belaka. kau dan aku tidak pernah ada. antara riuh tawa kita di senja itu cuma mimpi tadi malam yang aku tak ingat apa cerita jelasnya.

kita memang tak pernah ada bila aku tak pernah mengenalmu.

untukmu teman

tak kubuka lagi sketsa yang kukumpulkan ttg kalian untuk mengenang jalan - jalan yang suka kita lalui, bersama. yang kukumpulkan di dalam hati dan pikiranku.

lalu kupindahkan sketsa - sketsa itu ke ruang terluar dari batinku. kucampakkan. kubuang. kulenyapkan.

biar, biar hilang terbakar dengan api yang membakar dedaunan kering. biar menjadi abu. biar terbang. biar melenyap menyatu dengan angin.

dan sampai detik ini, kalian membuatku lelah terus berusaha untuk menyatukan ikatan kita yang selalu tertindas oleh waktu dan terkekang oleh ruang. dan mengapa hanya aku ? aku lelah teman.

bila semua ikatan ini tak bisa lagi kutangguhkan, sudi kiranya kulepas.

kita akan berjalan pada jalan - jalan yang tak pernah kita lalui dulu, bersama tanpa kita.

maaf teman.

kalian topeng monyet !!!

aku katakan aku menangis. semuanya bercampur padu tak serasi di otakku. menggelintir pelan - pelan dan sakit. aku ingat dia, aku ingat yang itu, aku ingat yang ini, aku ingat semuanya. bukan dia, dia semua orang. semuanya. semua kata2, hal yang dilakukan. semua kusut !

hey DIAM !

kalian tidak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaan bodohku. tak ada yang mengerti mengapa aku begini. mengapa aku berubah. mengapa aku terdiam. kalian….

kalian topeng monyet !!!

mengumpat kata2 najis yang selalu berdengung ketika kumenanti Tuhan membelaiku, kalian topeng monyet. bodohnya aku tak pernah bisa lepas dari kalian. kalian topeng monyet. haruskah kupotong telingaku untuk tidak mendengar kalian mengoceh ttg kata2 taik anjing itu ? kalian seperti topeng monyet !!!

ingin kuteriakkan juga ke telinga kalian dengan kata2 taik anjing. tapi aku sadar aku sedang memakai mukena dan berdiri di atas sajadah. aku sedang menanti Tuhan. dan kalian sedang menghujatnya.

haruskah kumenyerah karena ada kalian ?

kepada empat lelakon topeng monyet. menari dan bercarut marutlah di depan mukenaku, di depan tasbihku, di atas sajadahku. aku lelah dengan kalian. semoga kalian berubah menjadi manusia tidak separuh monyet tetapi manusia seutuhnya.

aku tau, tak bisa lepas dari kalian.

mendadak aku ingin….. semuanya berhenti bergerak. diam dan mematung.

berhentiuntuk tidak memahamiku. karena rasanya aku sudah memahamimu. mengapa kamu begitu egois. mengapa aku begitu naif. hutan - hutan telah menjadi milikmu. jalan - jalan telah menjadi milikmu. entah sampai kapan aku menunggu dirimu melihatku menangis, tertawa ? entah sampai kapan menunggu dirimu menyadari aku bukan lagi seperti dahulu kala yang suka bersembunyi di bawah meja dan menutup kedua telinga dari prakata dan angkara. entah sampai kapan aku menunggu dirimu berhenti untuk tidak memahamiku ?

aku jengah pada angin yang selalu menerbangkan daun2 layu. aku jengah pada awan yang selalu berjalan beriringan. aku jengah pada air yang selalu mengalir.

mendadak aku ingin….. semuanya berhenti bergerak. diam dan mematung.

saia bukan bilik dosa

hei jangan mengoceh di tempat saia. saia bukan bilik dosa atau tong sampah tempat kotoran berkumpul. saia manusia, saia punya hati, hati saia bisa merasakan. hati saia tidak mati. hati saia tidak tuli. hati saia hidup. berdetak pada mestinya.

dan tolong jangan mengoceh di tempat saia. saia tidak perlu kata - kata sampah itu. yang saia cari adalah kata - kata penting. karena saia sedang belajar. okeh ?

heeeeeeeeeeeeeeei… mengapa kalian masih mengoceh di tempat saia. nakal ! pergi sana. pergi !!! hus hus !

dingin

petir menyilang - nyilang di atas angkasa raya malam. menemani hujan deras dan angin kencang untuk merapikan bumi yang kerontang. masih terpajang sisa - sisa rusuh yang mengakar di bentang tanah kering. tanah kotor berdebu bekas tulang - tulang mengering. mengikis kerasnya kerak bumi. lapisan yang berisi mayat - mayat terkapar dengan nisan - nisan yang menua. meliputi segala penjuru mata angin, dingin menembus pori - pori kulit lalu menusuk ke dalam tulang putih kemerahan. tak dapat berteriak, tak bisa menangis dan tak punya daya tertawa. atau bahkan melengkungkan bibir tersenyum. tak dapat dan tak berdaya.
ketika langit mulai runtuh, apa yang bisa kau lakukan ? selain diam menunggu sesuatu yang satu - satunya pasti di muka bumi ini.

kadang2 di balik kandang

kadang naif

kadang menyombong

kadang terus terang

kadang berbohong

kadang muka dua

kadang teguh pendirian

kadang kegirangan

kadang menyerah

kadang keras kepala

kadang menjadi dungu

kadang manusia

kadang iblis

itulah kamu dan aku.

yang suka kadang2 di balik kandang.

yang suka berangan2 dibalik kadang - kadang.

ketika aku merasa mati

ketika aku merasa mati. aku memandangi jejak - jejak letih yang merata di jalan - jalan ramai. lalu sambil berjalan pelan aku melihat ke atas langit. awan mengepul begitu indahnya. putih dan bersih. biru langit seakan memintaku untuk memeluk angkasa. dan aku kembali tertunduk merasa mati. karena aku tau tak mungkin aku bisa memeluk angkasa.
jam tanganku terus berdetak, tik tik tik hanya akan berhenti ketika mati. ketika aku merasa mati.

lamunanku setiap saat sudah seperti angin yang selalu mengisi setiap ruang yang berpeluang memberi ruang pada angin atau udara.
kepada lelana dan terlena aku mengupas kuat2 kulit pada masalah - masalah yang menjadi duri dalam daging pada ujung jari kaki - kakiku. aku sudah cukup berkecimpung dalam lahat pekat yang menoreh ketidakseimbangan hidup dan menjadikanku pribadi yang rusak. lalu berteman dengan para penghuni neraka. sudah cukup lelah dan ya sudah cukup untuk semua  itu. lalu kukatakan terima kasih.
tapi apa yang inginku capai adalah sebuah ketetapan yang tidak mudah. memang akan menjejaki jalan yang satu dan sama, tapi jalan itu penuh dengan paku - paku payung dan kaca beling yang bertebaran disana - sini serta bisikan disana - sini.

ada yang bilang pikiranku adalah pikiran yang kolot untuk remaja seusiaku. ya sembilan belas tahun. waktu yang pas buat hura2 dan bersenang2. tapi mungkin saja aku kolot atau apalah. yang jelas. hidup itu simpel jika kita tetap berjalan pada jalan dan porosnya. tak perlu melenceng atau mencoba untuk tersesat. karena sekecil apapun ketersesatan yang di sengaja atau tanpa disengaja akan memiliki efek sebesar - besarnya dalam pembentukan kepribadian manusia. dan itu tanpa pernah kita sadari.

ketika aku merasa mati. aku memandangi jejak - jejak lelah yang merata di jalan - jalan ramai. ada beribu kaki bergerak ke segala penjuru arah. mengikuti perintah dari otak dan hatinya. atau beberapa dari jejak - jejak itu lagi bingung tak tau arah dan tujuan hendak kemana.
sama seperti aku. yang masih mencari tujuan dalam perjalanan ini. karena hidup bukan untuk menunggu mati. lalu mau apa dan akan kemana ?

saatnya metamorfosis dan transformasif.

metamorfosis dan tranformasif, saatnya menghapus banyak data sampah di otak

mungkin untuk beberapa hari ya kira2 sampai minggu aku g bisa balas2 testi atau serius buat berwisata ria di dunia maya.

setelah menyadari bahwa di luar sana ternyata banyak hal yang harus ku perbaiki. entah mengapa akhir2 ini semua mendadak minta diperbarui maksudnya mendadak apa yang dulu menjadi kebiasaan atau apa yang dulu aku punya sekarang harus dengan rela hati kubuang, kucampakkan, kuhilangkan dan aku harus lari dari semuanya. dengan orang2 yang dulu, dengan kebiasaan yang dulu dengan benda2 yang dulu. semuanya. karena saatnya menjalankan metamorfosis serius serta transformasif. karena aku sadar suatu hari entah dekat atau lama kita semua akan mati.

aku juga sadar aku berbeda dengan mereka, teman2 kampus yang bikin sakit kepala, bikin muaaaaak, bikin ah… pokoknya menyebalkan. jika aku terus berada di tempat mereka, aku harus memilih dua pilihan, sendirian atau menjadi seperti mereka.

aku tidak mau menjadi seperti mereka, yang masih berkecimpung di kehidupan kanak - kanak. tertawa ria tanpa mau tau dengan semua hal yang penting dan bermanfaat. tanpa mau tau dengan rasa tenggang rasa, kepedulian dan tanggungjawab atau kepentingan orang lain. kadang bersama dengan mereka hanya penyiksaan yang aku dapat. untuk sekian kalinya, aku tidak mau menjadi seperti mereka. cewek - cewek centil yang selalu kegirangan hati karena cowok2 bertebaran dimana2. mereka bukan aku dan aku juga bukan mereka.

aku dan mereka berbeda. duniaku tidak sama dengan dunia mereka. kadang aku pikir aku otak kolot yang terlalu ketuaan memikirkan ttg masa depan. atau tentang kehidupan. tapi setelah aku berbicara dengan ibuku, tidak aku tidak termasuk pada remaja yang kolot tapi cara berpikir dan pandanganku saja yang sudah mengalami kemajuan dari remaja2 lain di kampusku.

sekarang aku lagi mencoba sekuat tenaga untuk lepas dari mereka. dan memilih sendiri mencari apa yang kuanggap lebih baik dari mereka. karena aku yakin, kalau aku berada di antara mereka terus bahkan sampai tamat kuliah, hahaha aku g bakal jadi apa yang ingin aku capai. aku punya cita2 sendiri.

metamorfosis dan tranformasif harus sekuat tenaga aku jalani dan pelajari. tinggalkan kebiasaan yang lama dan ganti ke kebiasaan yang baru yang lebih baik dan bermanfaat. begitu juga dengan dunia maya. akan ada perubahan di beberapa blog. karena aku sudah bisa merasakan kebosanan disana. hehehe.

celetukku kali ini seperti janji. jika sebulan aku tahan dengan perubahan yang aku buat sendiri. di dalam diri batin dan mental mau pun di luar  berupa perubahan lingkungan dan fisik.

aku pengen merubah semua aspek dalam hidupku.

harus semangat !!! dan mulai lah dengan senyuman hahaha

*aku susah banget buat senyumm ^_^

Next Page »