hari ini seperti ini

matahari  kini menjadi raja
setelah ia mengusir bulan
embun mengiringi kepergian purnama
dan lengang masih melekat di semua celah dunia
apa matahari mampu menampar sang mendung jauh - jauh ke ujung bumi sana hari ini ?
apa si raja ini bisa membuat dirinya tak sepanas neraka hari ini ?
perlukah aku melenggang - lenggok berpayung hitam di atas jalanan berkabut debu
lalu setelah itu menari di atas genangan air ?

aduh, mengapa aku masih bingung !
aku menulis beberapa kata ketika aku pertama kali membuka dan menyalakan komputer dipagi hari. di pagi yang kuharapkan bercucuran hujan dengan genangan air disana - sini namun ternyata malah berani menyodorkan matahari lekat - lakat ke depan mataku. pedih !

aku bangun pada pukul 7 setelah aku bangun pada pukul 5 karena tiba - tiba mata yang lagi terlelap terhanyut dalam tidur menyalang senyalang - nyalangnya dalam sekejap saat telinga ini mendengar hentakan kaki kumbang dan kecoak di antara batas - batas dinding - dinding. mereka berdua_sepasang makhluk itu berjalan berlarian mengitari celah ubin pada batas dinding kamarku. mengitari seluruh ruang kamarku. masuk ke sela - sela lemari lalu tiba - tiba muncul di balik kardus yang dipenuhi kertas2 kemudia muncul lagi di balik kardus2 yang dipenuhi buku2. keringatku langsung mengucur deras dan jantungku berdetak sangat cepat.

aku tidak suka dengan kedua makhluk itu ! aku benci kecoak dan kumbang hijau ! tepatnya, aku takut dengan mereka berdua.

dalam hitungan detik aku langsung bangkit dari tempat tidur, menyalakan lampu dan membuka pintu kamar lalu lari terbirit2 sampai menggerayangi diri sendiri karena merasa mereka menempel di badanku, di rambutku, di balik punggungku. saat aku keluar dari kamar aku tau si kecoak mengikutiku dan mengejarku tapi beruntung kucingku Mumut berhasil menangkapnya. ternyata si kucing sudah menungguku sedaritadi di depan pintu kamarku. hehehe

aku langsung eksodus ke kamar adek2. pertama aku di usir karena muatan melebihi kapasistas. tapi kemudian aku paksakan diri menyelip di bawah kaki - kaki mereka karena hanya itulah satu - satunya celah yang menguntungkan untukku. aku meringkuk berusaha tidur disana.

sampai pada pukul tujuh. aku sudah dalam keadaan tidur pada posisi normal dengan kepala berbantalkan boneka doraemon milik adikku yang ke dua. boneka yang empuk. tapi diluar sana, aku hanya mendengar suara berisik krasak - krusuk orang2 bergegas memulai aktifitasnya. aku tau, adik2ku akan segera berangkat sekolah, ibuku juga akan segera berangkat mengajar, bapakku hari sabtu ini ia ada penataran di hotel sampai malam pukul 7. dan seperti biasa hanya aku dan kucingku yang menjadi penghuni terakhir. penghuni rumah yang paling setia. aku selalu berakhir sendirian.

hmm, aku tak mempedulikan suara2 berisik itu. aku hanya peduli dengan rasa kantukku yang menjadi - jadi karena memang seharus malam ini adalah malam pertama aku bisa tidur dengan pulas jika kedua makhluk itu tidak menggangguku !

pada pukul 8 pagi, aku berhasil bangkit dari tempat tidur lalu langsung berjalan menuju ruangan rumah. sunyi. aku tak melihat siapa pun berada disana. hanya kucingku. ya hanya kucingku. suara - suara berisik di pagi hari tadi sudah lenyap berganti kelengangan. aku langsung menghidupkan tv untuk sekedar menimpali kelengangan yang lama - lama mengiris hatiku. entahlah. aku benci di tinggal sendiri. padahal aku suka menyendiri, membangun duniaku sendiri.

aku melihat acara di tv sambil meneguk segelas air putih dan mencicipi roti isi cokelat yang aku beli kemaren dari tukang jual roti kering keliling. di tv lagi - lagi aku melihat gosip seputar perceraian pasha ungu dengan istrinya. ah basi ! aku mengganti canel lain. metro tv, berita ttg india. ah bosan ! aku mengganti lagi canel tv yang lain, reality show. aku tidak suka ! ku ganti lagi, sinetron.. ini apalagi !

tap !

akhirnya kumatikan saja tv. lalu mengalihkan perhatian pada beberapa bilik komputer yang ada di ruang garaseku. warnetku. aku berjalan memasuki tengah sela - selanya. lalu menemukan komputer server, komputer utama kesayanganku. aku duduk di kursi rotan dengan tulang besi. dengan lekas aku menghidupkan komputer lalu mengklik winamp-nya dan mengklik lagi mp3 dengan judul don’t lets me fall - nya LENKA. sontak ruang - ruang sepi menjadi sedikit berwarna dan ceria. lagu yang ringan dan manis. aku suka.

hari ini aku tidak pergi ke kampus karena katanya kuliah dihari ini di batalkan. kabarnya  kampus sedang mengadakan pertemuan alumni. ya semoga saja berita itu benar. karena kalau tidak berarti aku sudah membuat banyak celah pada absensi2ku di hukum acara perdata.

aku membuka multiply, friendster dan wordpress. lumayan banyak pesan dan komentar tapi tidak terlalu. tidak seperti sebelum november. karena ya, di bulan november aku hancur. di bulan november aku kacau balau. di bulan november aku juga ikutan pancaroba. banyak yang terjadi padaku di bulan november. bulan penuh marah.

aku baru menyadari, tinggal selangkah lagi aku mencampakkan november. aku bebas dari november. ya tinggal selangkah lagi dan aku harus bisa !

hmm,… apalagi ya yang mau aku tulis ? ya mungkin sekiranya itu dulu. capek juga ne ngetik mulu. ngantuk juga hehehehe.

nyambung besok dah !

otak manusia

Apa isi otak manusia ?

Isi otak manusia apa ?

Otak manusia isinya apa ?

Tau ? Apa isi otak manusia ?

Apa sih isi otak manusia ?

Isiotak manusia…

Apa ?

Apa ?

Apa ?

Hayo !

Apa ?!

gw diminggu ini

haduh kiamat.

g punya selera buat ngenet lagi ne gw. g punya selera buat nulis2 g jelas lagi…

kepala sakit, badan g enak. kenapa ya ? padahal perasaan semua berjalan pada jalan yang baik. hahaha. g cuma melanggar peraturan aja dapat penyakit ternyata.

tiba2 batuk g jelas huh!
tiba2 sakit kepala *beuh dah kesal gw.

tiba2 marah2 g jelas *selasa kelabu lah mumet dah semuanya. maraaaaaah sepanjang hari.

dan sekarang g bisa tidur malam lagi dengan nyenyak. karena tiba2 ada bunyi g jelas di telinga. bunyinya ‘dong dong dong’ berkali2. sialaaaaaaaan diammmmmmm !!!

dengan hasil tulang2 gw ngerasa sakit2 semua. badan gw rasa2 meriang. mata g segar. kepala sakit. mulut kerasa g enak, kelu2 gimanaaaaaa gitu. ah hancur dah semua.

jadi malas kuliah. malas kuliah. malas malas malas.

errrrrrrrrrgggggggggggggrr padahal kemaren gw udah ngalihin perhatian ama emosi yang meletuk2 dengan jalan2 g jelas dan nyasar. dengan manggil2 hujan (hahah bisa gitu ?). dengan main2 ama kucing. dengan ikutan gila ama teman2. semuanyaaaa, dan gw juga ngeliatin semua buku2 digramedia (wah ada tarot tarot tarot gw mau beli tapi harga buku ama kartunya mahal Rp100ribu.)

kemaren gw juga nyoba2 ikut 2 lomba nulis cerpen.  3 hari bolak balik kantor pos sendirian. 1 hari nyasar ke bank buat transper uang pertama kalinya gw. hehehe. 1 hari ke kantor pos buat liat2 lamaran kerja ke mahkamah agung (pengen tau aja apa2 sih syarat2nya).

ya mungkin gara2 minggu kemaren bisa dibilang full milik gw sendiri buat menjelajahi hal2 yang baru sendirian, jadi minggu ini gw kecapean. di tambah kecipratan bad moodnya salah seorang teman, jadi ikutan bad mood. ya gw rasa itu hahaha.

oke deh. sakit pala ne.

capek juga ngetik. huhuhu

lima menit menjelang kuliah usai

Ku dudukduduk mendengar sang guru mengajar

Ku dudukduduk melihat sang guru bicara

Ku dudukduduk menyumpal telinga, teman mengumpat

Ku dudukduduk tutup mata, teman mencibir

Ku dudukduduk dendangkan“lima menit lagi”

Ah, lamanya !

Ku tak mau lagi dudukduduk mengutukngutuk

Ku ingin lekas jelangpulang !

dia di matahatiku

Dia pergi lalu menghilang

Dia datang lalu bersemayam

Entah akan menjejakkan kakinya disela hari – hari

Entah akan mengisi sebuah ruang kosong yang hampa rasa

Entah akan menjadi bunga karena masih kuncup

Dia diam – diam menata istana kecil untukku

Dia perlahan – lahan menyirami bunga yang masih kuncup itu

Ada kah aku berdiri dan menjabat tangannya ?

Atau kah aku berdiri lalu berlari darinya ?

Sepatah kata, dua patah kata tiada pernah terucap

Lirik mata, jeda di pikiran tak pernah terlintas.

Mungkin dia Cuma datang lalu bersemayam setelah itu pergi

Lalu menghilang…

tak apa !

aku ingin melupakan topeng - topeng mereka.

aku ingin melupakan drama - drama yang mereka gelar.

aku ingin melupakan tabiat - tabiat mereka.

aku ingin melupakan mereka dalam bias negatif pikiranku.

tapi aku tetap saja tak bisa melupakan semua yang membuat aku tidak suka dengan mereka.

tak bisa melupakan topeng yang mereka sangkutkan di leherku.

tak bisa melupakan drama - drama yang mereka gelar karena aku salah satu dari lakon - lakonnya.

tak juga bisa melupakan bias bias negatif pikiranku ttg mereka karena mereka selalu menghantui setiap hari tanpa ampun dan tiada jera.

mereka mengikuti seperti bayangan

mereka menggerogotiku seperti kulit pada tubuhku

mereka selalu ada seperti aku membutuhkan segelas air setiap hari setiap jam setiap menit dan detik.

terang saja, aku tak bisa lari dari mereka. orang2 yang tidak pernah bisa sepaham denganku dan selalu membuat ledakan kecil di pinggir2 otakku. membuat sedikit demi sedikit kemerosotan atas hidupku yang ingin terus maju tapi jadi terpaksa mundur selangkah demi selangkah. mereka mencengkeram sepeti tangan harimau. mengunci rapat2 ruang gerakku. aku tak mau jadi statis dan mundur ! tidak mau !

tapi menunggu mereka enyah dari pandanganku sama saja menunggu buah mangga rasa durian. jadi biar aku menempatkan mereka pada ruang khusus dalam otakku. membiarkan mereka hidup dan berkembang disana. aku tak kan menjamah hidup mereka. aku tak kan ikut pada drama2 yang mereka gelar. aku cukup menjadi pengamat yang duduk2 manis menikmati setiap jerit2 centil mereka. kadang tersenyum kadang muntah. haaa. dan aku akan cukup leluasa membangun dunia yang aku mau. walau sendirian tanpa mereka. tak apa !

rencana kenapa selalu gagal dijalankan ?

ah, kesal dan bertanya2.

kenapa rencana besar selalu gagal dijalankan ???

hah ?

buyar

pagi

matahari

cahaya

roda - roda

derap langkah

menyatu

di telingaku

di mataku

kurasa

kucitrakan

ah kacau

disini

sunyi

aku

mati

disini

lalu

buyar

buyar

buyar

gerimis yang tak mendulang hujan

berangkat dari hari - hariku yang sendu dan selalu biasa.

mengalir seperti air di sungai. mengalir tanpa henti.

aku mulai kacau. setiap menyeberangi jalan aku tak mau tahu apakah mobil - mobil itu akan menggilas kepalaku atau akan berlalu saja dan hanya menyisakan kibasan kencang yang menggoyangkan kain lembut pada jilbabku.

tak kuhiraukan lagi suara - suara sumbang dari mulut - mulut mereka. tak ku hiraukan lagi. yang kupedulikan hanya suara hatiku yang berkata untuk meninggalkan mereka disana. berempat dengan pernak - perniknya. aku hanya mendengus lalu berlalu. tak melihat mata mereka, tak menyentuh tangan mereka. sudah kukatakan sekarang aku tidak mau tahu lagi dengan mereka.

tiap derap langkahku di antara pohon - pohon tua di pinggir jalan. tiap gerimis tersangkut - sangkut di bahu, alis, bulu mata dan kerudungku. aku hanya ingin berkeluh kesah pada gerimis dan pohon - pohon tua. aku hanya ingin dengan mereka. biar mereka bisu, biar mereka tak melihat, biar mereka tak berpikir tapi aku hanya ingin mempedulikan mereka dan hanya ingin berkeluhkesah dengan mereka. hanya mereka tidak yang lain.

hari ini, hanya gerimis yang terus memenuhi kotaku, padang.

siapa mereka ?

kemaren malam, pas tidur… tercekat lagi gara2 amandel g reda2 meradang. nyaris mati.

udah gitu, pas tidur nyamping langsung kayak ada yang menyergap dari belakang terus bikin punggung dingin, dada sebelah kiri paling dalam juga ikutan dingin. dan terdengar bunyi makhluk2 ketawa - ketiwi. aku g tau itu apa. tapi…. ini sudah berkali2. sebelumnya g pernah dengar ada yang ketawa tapi kemaren malam aku dengar banyak yang ketawa2 di telingaku pada pukul 2 pagi. waktu aku masih sadar dari tidur.

siapa mereka ?

Next Page »