entah lah, mungkin gw merasa sendirian disana. :(

gw udah sangat lama……………….. g pernah denger teman2 curhat kayak waktu SMA dulu. apa karena teman2 gw semuanya bukan lah teman2 waktu SMA gw ? atau gw yang salah ?

gw rindu denger teman gw curhat ama gw. minta pendapat gw. berkeluh kesah dengan gw. walau bikin gw pusing tapi gw selalu suka menjadi pendengar mereka. setidaknya gw bisa tukar pikiran dengan mereka.

gw rindu…..

gw  rindu dengan hubungan timbal balik itu.

gw rindu waktu dulu kita ngumpul buat membahas masalah kita masing2.

gw rindu waktu2 yang sulit saat M***a nyaris nonjok thia di halaman sekolah *untung ada gw disana hehehe.

gw rindu saat pergi dan ngumpul di mesjid dekat sekolah buat sholat dan istirahat dengan ayu :(. di mesjid tempat gw satu2 g bisa nahan air mata gara2 gw merasa puisi gw yang di pajang di depan kelas buat pembukaan buku tahunan kelas di caci maki dan di hina walau pun itu secara tidak langsung :((. gw g bisa terima dua puisi di banding2 kan. apalagi puisi gw di bandingin ama puisi berbahasa inggris. puisi gw ama puisi si****** kayak di perlombakan pake polling. walaupun pada akhirnya puisi gw yang menang tetep aja rasa sakit hati ngerasa di hina secara tidak langsung ini membuncah. dan gw bukannya merasa menang tapi merasa kalah.

walau pedih tapi gw rindu saat2 itu. mungkin hanya itu lah saat2 gw bener2 punya konflik ama orang lain. bener2 menguras perasaan dan pikiran gw.

dan gw sangat rindu duduk di dalam kelas 3. kadang duduk sebangku ama ayu, kadang ama thia, kadang ama oni yang anehnya minta ampun hehehe, yang terlalu berambisi untuk memiliki indra ke 6. apakabarnya kini ?

gw juga rindu jahilin icha. bikin dia kaget2 terus. latahnya g ada batas. wakakakak. tahi lalat di atas bibirnya itu loh wuuuuuu hihihihi. apa kabar icha ?? dimana kah dirimu kini ??? gw minta maaf karena banyak ngambil foto lo yang aneh2 dan tidak wajar. maafkan paparatzi amatir ini ya hehehe.

oya, maaf deh ama teman2 kelas 3 semuanya… soalnya gw ngambil foto2 aneh dan foto2 lagi jelek kalian secara diam2 :P. dan gw g nyangka si inchem ternyata diam2 tanpa sepengetahuan gw, masukin foto2 kalian buat di jadiin video kenang2an. gw sama sekali g kecipratan materinya huh.

waaa gw juga kangen dan rindu (ah sama aja) duduk di bangku jamur raksasa TKP adu jotos berlangsung itu. huhhuhu sayangnya si jamur sudah roboh gara2 gempa yang dulu.

gw juga rindu natapin pohon yang bisa diliat dari jendela kelas. pohon yang tumbuh di depan kantor majelis guru. yang disana cuma tumbuh satu pohon yang tinggi. tuh pohon cuma punya 3 dahan. daunnya dikit banget. terus badannya condong ke… samping lah. dan batangnya kecillllllllll banget kayak lidi

 

untung gw sempat foto neh pohon pas lagi melamun g ada kerjaan soalnya sekarang kabarnya pohon ini udah di tebang :(. udah g ada :((.

oya, gw juga rindu baris waktu upacara bendera dimulai.

gw juga rindu ngumpul2 di PMR  buat berharap ada orang yang sakit. gw kangen suasana rapat yang g membeda2kan siapa yang berkomentar dan siapa anggotanya. gw kangen dengan semua anggota PMR AVICENA. rindu pada saat gw ngeospek adek2 yang baru masuk, nyuruh mereka nyanyi2 ama nari2 di depan lampu merah. nyuruh mereka teriak2 di sebrang jalan raya. nyuruh mereka jalan di dalam selokan di depan kantor majelis guru, selokan yang banyak kecebongnya hahahah jahat…… itu kan kerjaan si niaa ketua PMR yang beh paling di hormati. hihihihihi.

intinya………………………………………………………….

GW PENGEN KEMBALI KE MASA KETIKA SMA KELAS 3 huhuhuhu *nangis dah gw dasar cengeng.

masa’ kalian g ada satu pun yang nemenin gw di kampus ??? tega ! kalian pada g minat hukum sih :(.

dari awal gw emang g mau terdampar di kampus sialan inihhhhhhhhhhh tapi mau g mau gw kudu makan mentah2 keputusan ortu dan semua keluarga besar gw.

ah kacau dah ujian UTS kriminologi gw besok.

gw RINDU kalian semua……. hoyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy

KEMBALI…

KEMBALIIIIIIIIIIIIIIIIII……………..

KEMBALI KALIAN….

jangan tinggalin gw sendirian disini :(

di tempat dimana orang2nya g pernah peduli satu sama lain. yang lebih mentingin model baju daripada perasaan. yang hidup berkelompok dan individualis. yang suka menertawakan kesusahan orang lain. yang g mau tau ttg perasaan orang lain. yang……………………………… tidak seperti kalian.

gw mohon kembali…

mohon kembali…..

kembali… teman2…

haduh kacamata gw kebasahan. kacamata gw pipis hahahaha.

menyedihkan ya gw ?

iya wakakakakakka.

emang.

dan lo semua boleh tertawa.

aku punya duniaku sendiri

sudah lama aku menyadari, aku sendiri.

mereka ada di dunia yang lain.

dunia yang sama sekali tidak bisa menarik minatku untuk menjamahnya. karena kupikir, aku tak butuh dunia itu. dunia mereka.

setiap kata yang mereka jabarkan, setiap suara yang mereka hasilkan, setiap gerak - gerik yang mereka lakukan, setiap itulah semuanya berjalan begitu lamban di otak ku. saat mereka tertawa, pekikkan mereka terdengar sayup2 di telingaku, pelan dan pelan dan menggaung perlahan - lahan. setiap mereka menari, tarian mereka bergerak lamban di mataku, pelan - pelan dan perlahan - lahan.

kurasa ada yang salah denganku. aku bermasalah ? apa aku salah ? salah apa aku ? apa salahku ? salahku apa ?

pertanyaan itu selalu aku lontarkan, selalu setiap saat setiap aku menulisi jawaban - jawaban pada kertas soal ujian UTS ku. pertanyaan itu selalu aku tulisi di awan - awan saat aku melihat langit, saat aku berjalan dengan mereka, saat aku berjalan sendiri. pertanyaan itu selalu terpancang kuat di ubun - ubunku. pertanyaan itu membuatku selalu merasa bersalah. entah salah apa. tapi aku ini memang hina.

saat malam tiba, saat aku hendak menutupi mataku dengan pertanyaan2 itu dunia mendadak bising.

saat itu aku mendengar suara hentakan musik disco yang mengguncang separuh dari malam. suara dari langit.

saat itu aku mendengar suara pekikkan tawa yang menggeser malam ke ujung ketidakwarasan. suara dari langit.

saat itu aku mendengar hempasan keping - keping domino yang dimainkan malaikat2. suara dari langit.

dan dunia penuh bising tapi aku penuh diam.

bila ditanganku ada senjata api, maka kutembaki dunia - dunia bising itu. kutembaki satu persatu biar mereka bisa diam. biar mereka tau aku marah.

ah, jengah.

nanti malam, akan kutampar penghuni dunia2 bising itu satu persatu biar mereka tau aku juga punya dunia sendiri.

kepada seseorang yang menipu kelaminnya

seharusnya tak usah lagi kau lanjutkan opera murahan dan menjijikkan itu hei !

aku sudah menemukan topeng yang kau buang di tong sampah rumahmu saat aku melewatinya.

kita tak jauh beda dari orang - orang yang menyedihkan. tapi aku rasa kau lah yang paling menyedihkan hei.

sedari awal aku tau bagaimana rupa samar - samar bayangmu. sedari awal aku menginjak bayanganmu agar tidak lari. tapi kau masih saja mementaskan opera dan menyanyikan lagu sinden ketidakwarasanmu terhadap kelamin. aku bersuka dan berduka atas kepergian rasamu yang peka terhadap isyarat - isyarat yang aku tenggerkan sebesar raksasa di kedua nanar matamu. dan kau tetap bersemangat untuk mementaskan opera murahanmu dihadapanku.

berhenti hei. lama - kelamaan aku jadi kasian padamu. lama - kelamaan aku juga jadi merasa menipumu. menipumu dengan berpura - pura bodoh dihadapanmu. berpura - pura tuli. berpura - pura buta. berpura - pura idiot. berpura - pura tidak tau menahu bahwa kau sedang bermain opera dan menyanyikan sinden ketidakwarasanmu atas kelaminmu.

dan aku menyadari. kita sama - sama berpura - pura. saling menipu satu sama lain. dan kita sama - sama berpura - pura idiot. tapi tidak, aku rasa kau lah yang idiot. karena kau tidak tau, aku juga berpura - pura padamu.

maafkan aku.

*kepada seseorang yang menipu kelaminnya, kepadanya aku minta maaf juga sudah menipunya. maaf, dan kita tetap berteman kan ?

ketika mati

ketika jantung kita hilang detak.

ketika  mata dan napas kita tetap nanar dan tercekat.

ketika otak tak berpikir karena oksigen tak bisa menyertai darah - darah yang mengalir.

ketika kita pelan - pelan mulai lunglai dan jatuh.

ketika kita akan mati.

ketika tatapan kita mulai buram.

ketika napas kita benar - benar tercekat dan habis.

ketika jantung tak kunjung menggertak nadi.

ketika kita kaku dalam kepulangan menuju dunia abadi.

ketika kita tiada.

ketika kita bertanya - tanya, siapa yang akan menangisi kita ?

kepada mia di maya

mia tak mau mengaku lalu aku bagaimana ?

aku tau maya hanya sekedar permainan saja. yang tak tau apa maksud dibalik layar. maya hanya melihat menghubungkan aku dengan mia. aku tau maya hanya dunia tanpa hati dan tak bisa diraba. tapi maya telah menembus kuat dan tajam ke ubun2ku hingga panas merekah merah.

aku dikira tolol.

aku benci dibilang idiot.

mia menyebutku idiot lewat maya yang diam2 tertawa dibelakangku. aku benci mia saat mia menyebutku idiot. tapi aku tak mau tahu saat mia ingin menjadi milo laki - laki yang ia idam2kan itu. walau terkesan sedikit menjijikkan tapi itu semua tak masalah bagiku.

mia tetap lah mia dan maya tau itu.

hanya saja aku menunggu mia memberitahuku kalau dia memang mia apa adanya. jujur dan terbuka. karena aku tak pernah mau tau apakah dia mia atau pun milo. karena siapa pun mia dari maya apa pun dia. dia hanya teman. tidak lebih dan tidak kurang.

kepada mia di maya

jangan menjadi konyol !

hei pujangga, tak seharusnya kau menangisi cintamu di hadapan mereka.

karena mereka pastinya juga punya rasa yang sama denganmu.

hei pujangga, jangan bikin malu orang - orang dari kalanganmu.

tak layak seorang pujangga mati kebanyakan meminum cinta.

itu konyol !!!

kau adalah Tuhan dari kata - kata.

kau adalah dewanya seribu RASA.

Tak layak kau mati saat meneguk cintamu yang berubah menjadi racun.

yang tak manis lagi.

yang menjadi pahit.

tak seharusnya kau mati disitu.

itu KONYOL !!!

saia baru menyadari saia punya perasaan yang sangat peka.

gw g ngerti, apa orang2 ngira gw ini bego banget atau apa ya ?

atau mungkin mereka yang g tau siapa gw ?

okeh, gw bakal mengakui satu hal lagi yang selalu menjadi tameng gw.

gw orang yang sangat sangat peka terhadap suatu hal yang mungkin seseorang lagi menyembunyikannya dari gw. jangan harap lo2 pada bisa sukses main rahasia2an dari gw apalagi itu yang berkaitan gw. teman2 gw banyak yang g bisa nutup2in apa yang dia rasa atau apa yang dia pikirin ttg gw. ya walau pada akhirnya ujung2nya gw cuma bisa diam memaklumi dan g pernah ngomong kalo gw tau maksud mereka begitu ama gw.

ya sejatinya, gw orang  aneh.

dan gw paling g suka ada orang yang sengaja main2in gw dengan alasan pengen ngerjain atau cuma pengen nguji gw. dia pikir sapa dia ?

makanya gw suka bolos kul, atau tiba2 emo2an hueheuehue itu gara2 gw g nyaman ama suasana sekitar gw. karena gw tau mereka ngomongin gw. huhuu. dan mungkin mereka selalu bilang gw manusia aneh.

gw jadi berharap punya indra ke 6.

atau mungkin aja gw di kasih perasaan yang peka banget kayak gini yang namanya indra ke 6 ? wakakak gw harap iya.

tapi jujur, punya perasaan yang terlalu peka kayak gini sungguh menyiksa. contohnya, kuliah gw terancam hancur gara2 g jarang datang. jarang datang gara2 gw g nyaman ama suasana di kampus baik orang2nya maupun lingkungannya.

ya. begitu lah. dan gw g tau, gimana caranya mendamaikan pikiran gw yang g pernah berhenti mikir ttg perasaan2 mereka yang tersembunyi itu dari gw.

sampai pada jam 3 pagi gw pun g berhenti2 mikirin itu.

ya sudahlah. gw bersyukur punya perasaan yang sangat peka.

thanks Allah.

pada pukul 1, 2 dan 3 pagi (ceritapendeksingkatsekali)

Malam ini, aku seperti berjalan dengan bola besi terikat di sebelah kaki. Berat. Tak kuasa memejamkan mata. Tak kuasa mendiamkan pikiran. Semua guratan - guratan tentang masalalu dan tentang hari ini seperti film di bioskop, ditayangkan satu persatu tanpa henti hingga fajar tak bisa menunggu aku memejamkan mata barang sedetik pun. Entah mengapa perasaan itu datang lagi. Perasaan ingin mati tetapi takut mati.
Aku menggigil di sudut ranjang, menggeliat di dalam selimut panas. Mataku mungkin terlihat berbeda. Aku merasakan pupil mataku melebar. Seakan - akan, sedang menunggu malaikat pencabutnya nyawa datang padaku. Aku gemetar tak habis - habis. Hingga kupendam kepalaku dalam - dalam ke balik selimut panas. Ayah, ibu, aku akan mati.Tapi aku belum mau mati malam ini. Dosaku masih segunung, dan aku belum memberikan apa - apa kepada kalian. Pikiranku mulai bertambah kacau. Dan sunyi semakin menggembor - gemborkan ketakutanku. Ketakutanku akan kematian.
Sampai pagi, aku tak menemukan hujan turun di luar sana.

kasian si beruang madu

si beruang madu masih mengira aku bodoh. ya, dia tertawa terkekeh - kekeh di balik layar komputernya. dan aku juga tertawa terbahak - bahak di balik layar komputerku. menertawakan kebodohannya yang sudah berhasil aku kelabui. menertawakan kepintaranku dalam menyelidiki sesuatu yang kurasa mencurigakan.

mungkin si beruang madu menyangka otakku ini bebal. idiot dan buntu hingga aku mau saja pasrah di buat main - main dengan kelamin. padahal dia sendiri yang sedang bingung, apakah dia termasuk manusia atau kah dia memang seekor binatang bernama beruang madu ?

aku menepuk - nepuk ujung hidungku menikmati setiap detik yang ia kira aku sedang dipermainkan. dalam hati, setan yang kupelihara sejak lama melompat - lompat penuh girang sampai - sampai aku merasakan setiap getar yang ia ciptakan. rasanya aku seperti menang lotre. sayang sekali si beruang madu tidak mengetahui dan menyadarinya. mungkin kalo dia sadar, aku bisa membagi beberapa hasil dari rupiah yang kudapat saat menang lotre. hahaha, kacau dia kasian tertipu dengan tipuan sendiri.

aku tau saat - saat ia sedang menjamuku dengan dongeng - dongengnya. dongeng - dongeng yang ia kira bisa menambah pengokohanku terhadap siapa dirinya. dongeng - dongeng yang kudengar lalu kubiarkan saja. karena aku tau dongeng - dongeng itu sebagian besar adalah OMONG KOSONG  si beruang madu.

aku, mengetahui siapa si beruang madu itu. aku mengetahui lebih dari yang ia kira.

tapi tenang, sebelum semuanya kusampaikan padanya tentang lawakan lucu seperti ketoprak atau ludruk ini, aku ingin menyiksanya diam - diam dengan sangat pelan dan nyaris merayap. sepelan kura - kura bunting berjalan, sepelan keong berlari. ya aku akan diam - diam dan tanpa dia menyadarinya. menyayat sedikit demi sedikit guratan - guratan pilu yang dia anggap sebagai lelucon itu.

lelucon yang miris.

sebuah titik mati

imaji merata,

.

.

.

mendata,

.

.

.

memaku,

.

.

.

memungut,

.

.

.

mengaruk,

.

.

.

meludahi,

.

.

.

menginjaki,

.

.

.

mati.

Next Page »