penonton sirkus itu tertawa terpingkal - pingkal sampai menangis dan kencing di celana

mereka suka tertawa

mereka gemar tertawa

mereka cinta tertawa

mereka sangat suka tertawa

mereka sangat gemar tertawa

mereka sangat cinta tertawa

mereka terlalu suka tertawa

mereka terlalu gemar tertawa

mereka terlalu cinta tertawa

mereka pikir saya badut ?

*shit !!!

dia bernama insomnia 2

baik lah,

aku tau kau masih tak sudi hubungan aneh kita ini berakhir dengan cepat.

aku tau kau pasti akan berusaha membuatku bertekuk lutut kembali padamu.

aku tau kau akan mengirimkan kakitanganmu untuk memukul genderang di telingaku.

tapi kau juga harus tau,

kau tak bisa mengalahkan pekat malam yang mengiyurkan untuk kucicipi.

kau tak dapat mengganti kasur kapuk empukku dengan secangkir kopi panasmu.

kau takkan sanggup menjadi raja di atas pelupuk mataku yang tak ingin lagi bermain  denganmu.

tapi aku yakin satu hal,

kau dan aku pasti akan berjumpa lagi.

namun untuk saat ini cukup sampai disini.

insomnia, aku akan menemui raja di dalam mimpi malam ini.

dia bernama insomnia I

aku benci suara detik jarumnya yang bergulir dari dinding. bunyinya membuat separuh waktuku dimalam ini tak bisa diam, dan pada akhirnya pikiranku ikut memacu kecepatan si jarum jam dinding biadab itu. kalau seandainya bunyi jarum jam itu bukan lah berasal dari bunyi jarum jam di dinding tetapi berasal dari bunyi jarumnya weker kamar adikku, maka jam itu pasti sudah kusumpal dan kutindih dengan sebuah bantal atau kulepaskan semua baterainya. mengapa kusebut jam weker dikamar adikku ? karena dikamarku sama sekali tidak ada jam, baik jam weker maupun jam dinding. pedoman waktuku hanyalah jam yang terpajang di ponsel sony ericsson K310i. jam di ponsel kan tidak berbunyi seperti jam dinding dan jam weker.

bulan september, entah karena terkena sindrom bulan puasa atau apa, selama september ini, penyakit susah tidurku alias insomnia terlalu berkuasa dan terlalu merajalela. dia, memperdaya otakku, pikiranku. dia bersekongkol dengan malam dan membuat sebuah rencana agar aku tidak bisa tidur. dia sengaja membunyikan genderang dan gong di dalam kepalaku. dia menjepit kedua mataku hingga nyalang namun lelah. dia membuat jalur khusus agar aku bisa menikmati dia dengan suka cita. dia begitu memperhatikanku hingga tak satu malam pun ia lewatkan tanpa aku.

dia dan aku tak begitu sadar, bahwa kami sama2 menodai malam “disini” dengan mata nyalangku dan dia yang menari2 dengan genderangnya di kepalaku. dia dan aku menciptakan satu lintasan dimensi yang tak seorang pun tau bahwa dia dan aku sedang tersenyum.

hai, insomnia… apa kau puas setelah bermalam2 menemaniku menghirup udara, membuatku terenyuh kosong akibat kelelahan, menciptakan lingkaran hitam di bawah kedua kantong mataku, membuat perutku kembung gara2 aku hanya di temani air putih, membuatku menjumpai sahur tanpa terlebih dahulu memadukasih dengan bantal dan kasur kesayanganku, membuat sekujur tubuhku menggigil kedinginan di tusuk dengan kejam oleh angin malam, membuatku harus menghela nafas ketika menyadari semua orang sudah terlelap pulas dan bermimpi, membuat bulan ketakutan padaku dan menangis merintih hingga hujan jatuh menghantam semut - semut di tanah.

insomnia, mungkin hubungan kita memang tak bisa berjalan lebih jauh lagi. aku tak mau kehilangan separuh masa depanku hanya gara2 kau selalu mengancamku di malam hari. kau egois. kau tak mau mengalah. aku lelah. aku jengah. aku tak mau kau mengatur hidupku, menguasai pikiranku. kau itu bedebah.

jadi, bagaimana kalau  kita putus saja ?

…………………………………………………runaway (cerpen buat temen)

aku bertemu lagi dengan dia. laki - laki dari mars yang tiba - tiba datang ke bumi dan mampir sejenak di dalam kehidupanku. laki - laki yang sekiranya telah membuat hati dan pikiranku tercemar, tercemar karena aku telah terkontaminasi oleh auranya yang menyeruak masuk melalui sela pori - pori kulitku.

Neo, begitu dengan pelan aku menyebut namanya. nama yang sangat melekat dalam ingatanku. ingatanku pada tanggal 1 Juni 2006 di pagi hari ketika hujan mengguyur deras. ketika aku berdiri di tepian jalan sambil memegang payung merah jambu dan membawa sekantong roti kering untuk sarapan pagi. saat aku sedang menunggu sebuah taksi untuk pulang ke rumah. saat aku tersadar akan kehadiran seseorang berdiri di sampingku. berdiri dengan memegang sebuah payung hitam dan ipod yang tergantung di sela kancing bajunya.

aku mendengar sebuah lagu yang tak asing lagi di telingaku. aku mendengarnya mengalun dari kedua earphone yang terhubung pada ipod laki - laki itu. sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ayumi Hamazaki.

Aishiteru to iitakatta ( I wanted to say ” I love you“)
Aishiteru to ienakatta (I couldn’t say “I love you“)
Dakedo sore wa boku no saidai no (But I feel it was both my biggest lie)
Uso de ari shinjitsu datta you na ki ga suru (and the truth)

lagu itu berjudul Together When. lagu yang hampir setiap waktu kudengar dan kunyanyikan. liriknya indah sekaligus menyedihkan. aku tak menyangka lagu itu bisa menyusup dengan mulus pada kedua telinga seorang manusia berjenis kelamin laki - laki. lagu itu bukan lah lagu yang bila didengar maka si pendengar akan berjingkrak - jingkrakan kalap. lagu itu juga bukanlah lagu seperti yang dibawakan oleh Kaka, Bim - bim dan kawan - kawan. lagu itu adalah lagu yang dibawakan oleh penyanyi berparas cantik dan imut yang terkenal dengan nama Ayumi Hamasaki.

aku terpaku sembari diam - diam mencuri setiap irama yang mengalun dari seorang manusia yang tak kukenal disampingku. irama yang nyaris sulit kubaca setiap detail liriknya karena terhimpit oleh suara berjuta butir air yang turun dari langit.

dan ketika taksiku tiba, aku pun meninggalkannya disana. di tengah jutaan kubik air yang jatuh dari langit. di buram samar - samar kaca mobil taksi yang berembun, kusempatkan menyimpan wajahnya kedalam ingatanku. hingga detik ini. detik dimana aku telah mengenalnya. mengenal nama dan apa pun yang berkaitan dengan kehidupannya. entah itu lagu kesukaannya, buku bacaannya, makanan dan minuman favoritnya, dan segala macam yang ia tidak sukai.

Neo ternyata seorang mahasiswa semester satu fakultas kedokteran Universitas Andalas, Padang. seorang mahasiswa yang merantau dari kampung halamannya di Duri, Riau. dan di Padang ia tinggal pada sebuah rumah kostan sederhana yang dekat dengan kampus dan rumah sakit umum. aktifitas sehari - harinya hanya disibukkan oleh berbagai kegiatan di kampusnya seperti perkuliahan dan acara - acara lainnya di kampusnya. ia juga baru saja terdaftar sebagai siswa baru di sebuah lembaga kursus bahasa Jepang. dan di lembaga kursus itu lah, aku bertemu dan mengenalnya lebih dekat.

aku dan Neo sama - sama menyukai lagu - lagu yang dibawakan oleh Ayumi Hamasaki. aku dan dia saling berpacu untuk melengkapi koleksi lagu - lagu dari Ayumi Hamasaki. setiap kali kami bertemu disebuah lembaga kursus bahasa Jepang, kami pasti menyempatkan waktu untuk mengobrol dan saling memberi informasi mengenai berita terbaru dari Ayumi Hamasaki. entah itu video klip terbarunya atau lagu dan album terbarunya. pokoknya selain dari topiknya tentang Ayumi Hamasaki, g ada topik lain yang bisa nyalip ke pembicaraan kami.

sudah dua minggu aku mengenal Neo. ternyata dia memiliki pribadi yang baik, sopan dan santun. dia juga pintar dan dia juga memiliki banyak teman. pernah, sekali aku diajaknya untuk melihat - lihat apa yang ada pada laboratorium kampusnya, aku sama sekali tidak bisa melupakan hari itu. hari itu begitu menyenangkan.  tak menyangka saja, aku yang masih duduk di bangku SMA kelas tiga ini bisa masuk dengan leluasa.

setelah aku mengetahui banyak hal tentang dia, perasaanku menjadi berubah. berubah menjadi perasaan yang aneh dan selalu ingin menarik perhatiannya agar dia juga memiliki perasaan yang sama seperti perasaanku padanya. pelan - pelan aku mulai menyukainya. menyukai segala sesuatu yang ada pada dirinya. dan berharap semoga perasaan ini bukan lah hanya perasaan kagum sesaat atau apalah. berharap agar dia bisa menyambut perasaanku ini dengan senang hati.

tapi kenyataannya, setelah selama dari dua minggu kami saling mengenal, Neo berubah. aku tak menemukan seutas senyum pun dari Neo ketika ia melihatku. aku tak pernah melihat Neo memandangku setiap kali kami mengadakan percakapan di depan kelas di waktu praktek berkomunikasi. aku tak lagi memiliki teman untuk saling bertukar informasi mengenai Ayumi Hamasaki. aku nyaris kehilangan Neo. kehilangan yang tak bisa kumengerti mengapa, bagaimana dan entahlah.

hanya dua minggu. hanya dua minggu, hanya selama duapuluhsatu hari aku menjadi teman baiknya, menjadi orang yang sangat akrab dengannya. dan setelah duapuluhsatu hari itu, setiap hari aku hanya bisa  melihat punggungnya. menatapnya dari kejauhan, mendengarkan lagu Ayumi Hamasaki sendirian dan tak hentinya bertanya “apa yang terjadi padanya ?” atau “apa yang salah padaku ? mengapa ia menjauhiku ?”.

aku bingung. bingung karena mengetahui ada seseorang yang tadinya berhubungan baik denganku tiba - tiba dengan cepat bergerak menjauhiku. bingung karena melihat sikapnya yang nyaris berubah 180% padaku. setiap hari, setiap aku melihatnya, aku tak henti - hentinya bertanya pada diri sendiri, menanyakan tentang semua kebingunganku. hingga otakku penuh dengan pertanyaan - pertanyaan yang tak pernah bisa kutemukan jawabannya.

dan aku pun mulai lelah setiap waktu bertanya pada diri sendiri. memikirkan apa yang sebenarnya kulakukan atau yang terjadi pada Neo sehingga bisa membuatnya menjauhiku. Neo menjauhiku seperti mencoba melindungi diri dari benda yang sangat berbahaya. Neo seperti ketakutan setiap kali melihat sosokku muncul tiba - tiba di ruang kelas atau dimana pun. bahkan Neo nyaris menganggapku seperti tidak ada. lama - kelamaan aku jadi g enak dan ingin rasanya memberanikan diri bertanya langsung pada Neo tentang alasan ia menjauhiku.

*****

siang itu aku langsung pergi ke kampus Neo untuk menemuinya dan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. tapi aku tidak menemukan Neo disana. yang kutemukan cuma beberapa orang teman - temannya. di antara teman - teman Neo ada satu orang yang sangat kukenal. namanya Rastri. aku kenal Rastri karena Rastri pernah sempat mencoba mengenyam pendidikan bahasa Jepang di lembaga kursus bahasa Jepang tempatku belajar. jadi, lebih kurang aku mengenal Rastri sangat baik.

Kepada aku

aku bosan dengan mu, yang selalu suka mengumbar rencana dan janji tapi tak jua kau lakukan. aku bosan dengan mu, yang selalu terlihat diam tak berdaya padahal bisa memperdaya namun malu hati meraja. aku bosan dengan mu, yang berteriak hanya lantang di telinga  sendiri namun berbisik - bisik di depan semua orang. aku bosan dengan mu, yang menjamah semua halaman buku tapi akhirnya kau tutup dengan lekas. aku bosan dengan mu, yang senang bersembunyi di balik tirai jendela lalu diam tanpa gerak. aku bosan dengan mu,  yang tak suka siang tapi suka siang. aku bosan dengan mu, yang hanya menari di balik pintu tapi hanya diam di depan pintu. aku bosan dengan mu, yang selalu sama. itu - itu saja.

dasar pengecut !

Jambi dari Hongkong !

senin kemaren, sebenarnya hari yang biasa - biasa saja.

saiah seperti biasa pergi kuliah dengan menenteng sebuah tas cokelat yang berisi catatan hukum acara pidana dan hukum agraria, dan karena saia belum daftar ulang jadi hampir setiap hari saia kudu membawa sebuah map yang berisi amunisi2 buat daftar ulang *haduh kibornya udah uzur ne suzah ngetikknya*.

senin itu saia dan seorang teman saia yang senasib berencana akan mengakhiri masa penderitaan ini *g kebayang tiap hari harus nenteng2 map jelek*. jadi kami pun membuat rencana jitu pada jam kuliah terakhir usai *sekitar jam 4an*.

setelah selang waktu berlangsung, akhirnya tiba juga waktu dimana rencana rahasia kami di lancarnya. kami akan ke ruang dekan pak em jon guna meminta asese berupa cap tanda tangan beliau di kertas program studi *entah lah apa nama kertasnya*.

dan detik - detik sesak napas*terlalu menegangkan* itu pun berlangsung lumayan lama amit. berikut kronologis percakapan antara aku, teman dan pak em jon :

dua orang gadis manis yang tadinya lagi mupeng di luar ruang dekan gara2 nunggu orang2 yang ada di dalam ruang dekan *yang juga senasib* keluar dari tempat horor itu, akhirnya mendapat giliran di semblih *lah maksudnya dapat giliran masuk rruang dekan pak em jon*.

kami pun masuk dengan malu2 mode : on

pak em jon terlihat begitu biasa dan begitu santai *oh Tuhan… semoga ini hari baiknya*

pak em jon  : eh,, ada apa ini ??? *dengan wajah masih sangat biasa.

teman          : anu pak….

pak em jon  : ya… ada apa ???

teman          : mau minta asese pak  *dengan masang wajah pengharapan*

saia              : iya pak.

pak em jon   : loh, kalin belum dafta ulang ? *keningnya sedikit mengerut*

teman & saia :  belom pak *menjawab dengan berat sejuta ton*

pak em jon    : loh kenapa belum ??? kan ada banyak waktu ?

teman         : saia pulang kampung pak *dengan memasang wajah sejujur2nya*

sembari ngomong2 pak em jon ngubek2 isi map teman saia. lalu menandatangani satu dari kertasnya.

pak em jon : kampung kamu dimana ?? *memilah2 data2 di map teman*

teman         : di tangerang pak *harap2 cemas*

pak em jon : loh, kan bisa tuh naik pesawat ke padang 2 jam.

teman     : iya pak, cuma taunya waktu kuliah kan tanggal delapan eh ternyata di majuin tanggal 1. tiketnya udah terlanjur di beli tanggal 8 pak *masang wajah memelas*

pak em jon  : terus kenapa mau jauh2 kuliah ke padang ?

teman     : ……. *diam sejuta bahasa*

pak em jon : kenapa ?

teman : hmm maunya disini pak *dalam hati berkata : gw terpaksa tau*

pak em jon  : loh bukti dari BAAKnya mana ???

teman  & saia  : *pura2 bengong padahal tau ada syarat yang kurang*

pak em jon    : kalo gitu coba aja kasih langsung ke biro. mudah2an di terima *ow baiknya ne bapak*

teman   : iya pak. makasih *langsung ngibrit*

pak em jon : kamu ! juga mau minta asese ? *pak em jon mulai mengalihkan perhatian kepada saia*

saia   : anu…iya pak.

*pak em jon pun mengacak2 isi map saia.

pak em jon  : kenapa telat daftar ulang ?

saia     : hmm… pulang kampung pak *g kok cuma di rumah keasyikkan di dunia maya*

pak em jon  : kampungnya dimana ?

saia             : tang… tang… tangerang juga pak *tangerang dari hongkong !*

pak em jon   : dimana ??? *aduh biyung si bapak mendadak budek*

saia     : …… *mampus gw, jalan dari kampung ke padang aja g perlu pake tiket pesawat, cuma tinggal ngesot 1 jam pake mobil nyampe*

pak em jon   : juga g ada bukti dari BAAK ya.

saia    : iya pak *asyik… g di tanya lagi kampung gw dimana*

pak em jon  : kampung kamu dimana ???

saia   : ……… ……….. *ya ampun si bapak… penting gitu nanya2 kampung ?*

pak em jon : kok g di jawab ? kampung kamu di mana ???

saia  : …….. eeee…. hmmm… *muter otak cari daerah yang jauh disana*

pak em jon  :  kampung kamu di mana ???

saia  : e…. *mw bilang.. kampung saia di itali pak, pasti g percaya kan ?*

pak em jon  : hayo dimana….

saia   : hmm…. *mampus gw mampus gw mampus gw*

pak em jon  : dimana kampungnya ?

saia    : di jambi pak ! *pletok….. pletak… pletok…*

pak em jon  : hah, jambi ! kan dekat tuh… 12 jam bisa sampai padang. kenapa g langsung aja kuliah ?

saia : hehehehe…. ada acara di sana pak *boong mode : on batal ne puasa gw*

pak em jon  : jambinya dimana ???

saia : ………… *bengong mode : on”

pak em jon  : dimana jambinya ???

saia  : di……….. di………. *haduh… mampus… daerah jambi apa aja ya ? yang gw tau cuma kubu, masa jawab kubu ? gw bukan orang kubu ! gyaaaaaaahaaha ampun paaaaaaaaak ampuuuuuuuun !!! air mata darah mode : on *

pak em jon : jambinya di daerah mana ???

saia  : hmm… *baru kali ini saia boong baru kali ini saia bingung di depan orang*

pak em jon : dimana jambinya ???

saia  : di rumah sepupu pak! *gubraaaaaaaaak!*

pak em jon : loh… orang tuanya dimana ???

saia : di pariaman pak *padahal di padang(cuih… tukang boong !)*

pak em jon : pariamannya dimana *buset…. belom juga cukup tanya2 ? dasar orang hukum ! otak interogasi !*

saia   : di k****i pak, *maaf  di sensor maklum rahasia perusahaan ^_* )

pak em jon : hoh ? kenal sama bapak bla bla bla… *lupa nama si bapak itu*

saia : g kenal pak *muka mupeng mode : on*

pak em jon : mana dekat kampung kamu dengan pa******mba ?

saia   : hah ? dekat kok pak *g perlu naik pesawat ulang alik*

pak em jon : oh…

saia   : iya pak :) *senyum mode : on *

map saia pun di tutup.

pak em jon : ini mapnya. lain kali jangan terlambat daftar ulang lagi ya, kamu bikin repot biro sama bank aja.

saia   : iya pak, aman. siip *hueheuheue akhirnya…….. *

pak em jon : yap.

saia  : makasih pak, permisi… *gw pun ngeloyor ngibrit keluar ruang dekan, merdeka….*

sompretttt !!! jantung saia nyaris copot gara2 boong ! aje gile… eudan ! suksessss !!!

di luar saia ketemu ama teman saia itu, yang ngibrit tak berdosa ninggalin saia dengan pak em jon di dalam kebingungan. dan ternyata dia ngibrit karena g mau di tanya yang macem2 lagi soal kampung dan lain lain.

haduh haduh haduh……………………………………………………

bener2 deh……..

sial nasib saia……. jambi ? jambi jatuh dari langit ? hahahaha.

cukup lah sekali ini berbuat menyimpang. lain kali lebih parah lagi *halah…. kayak preman aja gw* heehehehe…

ampun kan saia ya Tuhan… maafkan saia pak em jon. saia berbohong demi kebaikan saia.

nb : semoga pak em jon g baca posting inih *amin……… *

Di dalam angkot waktu itu…

Hari selasa kemaren, pas waktu pulang kuli-ah, tepatnya pas pulang dari balikin CD film “Babel”, dalam perjalanan terjadi sebuah kecelakaan (halah –”). ya mungkin bisa di bilang kecelakaan karena ada yang terluka. yang terluka itu saiah (huhuhu). pas lagi asyik2nya duduk di bangku belakang sopir angkot dengan posisi di tengah, di kiri ada dua orang cowok ama cewek dan di depan ada satu orang cewek dan di samping saiah kosong (dengan jarak yang lumayan jauh dari sang sopir biadab itu), pas lagi seriusnya ngeliat bazar buku di gramedia, si sopir tanpa ngasih tau langsung ngerem sangat begitu mendadak (mungkin kalo di liat dari luar, angkotnya sampai nungging gitu :P ). al hasil, dengan sekejap mata… jegeeeeeerrrrrrrsssss….
kepala dan tubuh saiah langsung mencium speaker beralaskan batang besi di atas kepala sang sopir biadab ituh.

respon pertama yang dapat saiah tangkap dari beberapa detik kejadian : kepala berbunyi nguing nguing… dan bertanya2 dalam hati… nama saia… masih di panggil jee kan ? (ew), respon kedua : apa inih ??? rasa2nya ada yang ngalir !!!  daraaah !!! oh daraaaaaaaah !!! (ternyata cuma seumprit dan kebanyakkan keringat),
respon ketiga : sakit mamaaaaa huhuhu,
respon keempat : ini bener2 sakit anjrit…. !!!,
respon ke lima : ternyata gini toh rasanya kepala di banting,
respon ke enam : ya Tuhan… jangan sekarang !! (halah sungguh terlalu kamuh jee),
respon ke tujuh : hiks…. mereka cuma liatin gw huhuuhu,
respon ke delapan : pusing… pusing…,
respon kesembilan : seandainya saiah pingsan…,
respon ke sepuluh : setaaaaaaan, si sopir kumpret malah cuek bebek g bertanggung jawab !!! grgrgrgrrrrrr….rasanya pengen gw banting juga palaknya ke speaker biar senasib. huhuhu, sabar… sabar… puasa buk… puasa… (fuih….).

jadi….. hingga detik ini kepala saiah masih terasa sakit. entah ini efeknya atau apa… kadang error2 dikit pandang mata (akhir2 ini sering salah baca kata2). atau… suka ngomong g nyambung (ini mah kebiasaan !).

jadi sekali lagi… duh.. g tau neh mau ngomong apa :D (deziiiiiiiingsssssss), habis lagi bosen sih… apa yah… yah itu aja. cukup. pas.

ohya, film babel keren loh..

lirik lagu terbaru nidji - laskar pelangi, ost. laskar pelangi

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlari lah
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

*ya ampun…… lagunya keren mampuss ! apalagi pas lihat giring manggung di kick andy (matakuh sampai berkaca2)

misteri di kamar mandi

pukul 12 siang, gw mejeng bentar di kamar emak. Disana bukan cuma ada gw sendiri doang, tapi juga ada emak gw yang lagi pakai baju (siap mandi gitu).

sembari malas2an di atas ranjang mak gw, gw ngobrol2 ama mak gw soal warnet gw yang lagi macet cet cet jalannya. entah karena bulan puasa atau karena bulan lalu gw sempat nutup warnet gara2 semua komputernya pada kena bengek.

lagi enak2nya ngobrol, gw dengar ada yang lagi c*bok hueheuehue di kamar mandi kamar gw yang letaknya bersebelahan ama kamar mak gw. gw juga dengar bunyi ember pletok pletok bisingnya.

gw tanya ama emak gw sapa yang didlm kamar mandi gw. mak gw g tau. gw cek semua anggota keluarga gw di luar kamar mak gw. semuanya lengkap.

gw mulai curiga, perasaan adik2 gw pasti berpikir dua kali kalo mandi di kamar mandi gw karena mereka bilang kamar gw angker (huehueheue).

gw pun memberanikan diri masuk kamar terus buka pintu kamar mandi.

1

2

3….

bukan sulap bukan sulap (halah)

para permisa… ternyata isi kamar mandi gw adalah…

— kosong— kosong — kosong —

hmm… jadi… ngemeng2… gw ama emak gw jadi bertanya2…

siapakah gerangan yang tadi boker disana ???

kamu kah ? hahaha… yang jelas bukan gw !

shut up and let me go - the ting tings okeh banget

hueeeeeeeeiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii… (halah apa ini ?)

pernah dengan band barat yang namanya the ting tings ? band yang salah satu lagunya najong jadi ost. gossip girl dengan judul “shut up and let me go”.

musiknya asyik banget. keren. tapi yah… liriknya rada2 menyimpang hehehehe.

tapi ya… tetep aja, warna musiknya mengalahkan lirik2nya yang rada lancang ituh. musiknya bikin kita goyang. huheuehu bikin kita seneng. g bikin patah hati kayak lagu kangen band :P.

coba aja download. cari di google. ada tuh.

Next Page »