aku bertemu lagi dengan dia. laki - laki dari mars yang tiba - tiba datang ke bumi dan mampir sejenak di dalam kehidupanku. laki - laki yang sekiranya telah membuat hati dan pikiranku tercemar, tercemar karena aku telah terkontaminasi oleh auranya yang menyeruak masuk melalui sela pori - pori kulitku.
Neo, begitu dengan pelan aku menyebut namanya. nama yang sangat melekat dalam ingatanku. ingatanku pada tanggal 1 Juni 2006 di pagi hari ketika hujan mengguyur deras. ketika aku berdiri di tepian jalan sambil memegang payung merah jambu dan membawa sekantong roti kering untuk sarapan pagi. saat aku sedang menunggu sebuah taksi untuk pulang ke rumah. saat aku tersadar akan kehadiran seseorang berdiri di sampingku. berdiri dengan memegang sebuah payung hitam dan ipod yang tergantung di sela kancing bajunya.
aku mendengar sebuah lagu yang tak asing lagi di telingaku. aku mendengarnya mengalun dari kedua earphone yang terhubung pada ipod laki - laki itu. sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ayumi Hamazaki.
Aishiteru to iitakatta ( I wanted to say ” I love you“)
Aishiteru to ienakatta (I couldn’t say “I love you“)
Dakedo sore wa boku no saidai no (But I feel it was both my biggest lie)
Uso de ari shinjitsu datta you na ki ga suru (and the truth)
lagu itu berjudul Together When. lagu yang hampir setiap waktu kudengar dan kunyanyikan. liriknya indah sekaligus menyedihkan. aku tak menyangka lagu itu bisa menyusup dengan mulus pada kedua telinga seorang manusia berjenis kelamin laki - laki. lagu itu bukan lah lagu yang bila didengar maka si pendengar akan berjingkrak - jingkrakan kalap. lagu itu juga bukanlah lagu seperti yang dibawakan oleh Kaka, Bim - bim dan kawan - kawan. lagu itu adalah lagu yang dibawakan oleh penyanyi berparas cantik dan imut yang terkenal dengan nama Ayumi Hamasaki.
aku terpaku sembari diam - diam mencuri setiap irama yang mengalun dari seorang manusia yang tak kukenal disampingku. irama yang nyaris sulit kubaca setiap detail liriknya karena terhimpit oleh suara berjuta butir air yang turun dari langit.
dan ketika taksiku tiba, aku pun meninggalkannya disana. di tengah jutaan kubik air yang jatuh dari langit. di buram samar - samar kaca mobil taksi yang berembun, kusempatkan menyimpan wajahnya kedalam ingatanku. hingga detik ini. detik dimana aku telah mengenalnya. mengenal nama dan apa pun yang berkaitan dengan kehidupannya. entah itu lagu kesukaannya, buku bacaannya, makanan dan minuman favoritnya, dan segala macam yang ia tidak sukai.
Neo ternyata seorang mahasiswa semester satu fakultas kedokteran Universitas Andalas, Padang. seorang mahasiswa yang merantau dari kampung halamannya di Duri, Riau. dan di Padang ia tinggal pada sebuah rumah kostan sederhana yang dekat dengan kampus dan rumah sakit umum. aktifitas sehari - harinya hanya disibukkan oleh berbagai kegiatan di kampusnya seperti perkuliahan dan acara - acara lainnya di kampusnya. ia juga baru saja terdaftar sebagai siswa baru di sebuah lembaga kursus bahasa Jepang. dan di lembaga kursus itu lah, aku bertemu dan mengenalnya lebih dekat.
aku dan Neo sama - sama menyukai lagu - lagu yang dibawakan oleh Ayumi Hamasaki. aku dan dia saling berpacu untuk melengkapi koleksi lagu - lagu dari Ayumi Hamasaki. setiap kali kami bertemu disebuah lembaga kursus bahasa Jepang, kami pasti menyempatkan waktu untuk mengobrol dan saling memberi informasi mengenai berita terbaru dari Ayumi Hamasaki. entah itu video klip terbarunya atau lagu dan album terbarunya. pokoknya selain dari topiknya tentang Ayumi Hamasaki, g ada topik lain yang bisa nyalip ke pembicaraan kami.
sudah dua minggu aku mengenal Neo. ternyata dia memiliki pribadi yang baik, sopan dan santun. dia juga pintar dan dia juga memiliki banyak teman. pernah, sekali aku diajaknya untuk melihat - lihat apa yang ada pada laboratorium kampusnya, aku sama sekali tidak bisa melupakan hari itu. hari itu begitu menyenangkan. tak menyangka saja, aku yang masih duduk di bangku SMA kelas tiga ini bisa masuk dengan leluasa.
setelah aku mengetahui banyak hal tentang dia, perasaanku menjadi berubah. berubah menjadi perasaan yang aneh dan selalu ingin menarik perhatiannya agar dia juga memiliki perasaan yang sama seperti perasaanku padanya. pelan - pelan aku mulai menyukainya. menyukai segala sesuatu yang ada pada dirinya. dan berharap semoga perasaan ini bukan lah hanya perasaan kagum sesaat atau apalah. berharap agar dia bisa menyambut perasaanku ini dengan senang hati.
tapi kenyataannya, setelah selama dari dua minggu kami saling mengenal, Neo berubah. aku tak menemukan seutas senyum pun dari Neo ketika ia melihatku. aku tak pernah melihat Neo memandangku setiap kali kami mengadakan percakapan di depan kelas di waktu praktek berkomunikasi. aku tak lagi memiliki teman untuk saling bertukar informasi mengenai Ayumi Hamasaki. aku nyaris kehilangan Neo. kehilangan yang tak bisa kumengerti mengapa, bagaimana dan entahlah.
hanya dua minggu. hanya dua minggu, hanya selama duapuluhsatu hari aku menjadi teman baiknya, menjadi orang yang sangat akrab dengannya. dan setelah duapuluhsatu hari itu, setiap hari aku hanya bisa melihat punggungnya. menatapnya dari kejauhan, mendengarkan lagu Ayumi Hamasaki sendirian dan tak hentinya bertanya “apa yang terjadi padanya ?” atau “apa yang salah padaku ? mengapa ia menjauhiku ?”.
aku bingung. bingung karena mengetahui ada seseorang yang tadinya berhubungan baik denganku tiba - tiba dengan cepat bergerak menjauhiku. bingung karena melihat sikapnya yang nyaris berubah 180% padaku. setiap hari, setiap aku melihatnya, aku tak henti - hentinya bertanya pada diri sendiri, menanyakan tentang semua kebingunganku. hingga otakku penuh dengan pertanyaan - pertanyaan yang tak pernah bisa kutemukan jawabannya.
dan aku pun mulai lelah setiap waktu bertanya pada diri sendiri. memikirkan apa yang sebenarnya kulakukan atau yang terjadi pada Neo sehingga bisa membuatnya menjauhiku. Neo menjauhiku seperti mencoba melindungi diri dari benda yang sangat berbahaya. Neo seperti ketakutan setiap kali melihat sosokku muncul tiba - tiba di ruang kelas atau dimana pun. bahkan Neo nyaris menganggapku seperti tidak ada. lama - kelamaan aku jadi g enak dan ingin rasanya memberanikan diri bertanya langsung pada Neo tentang alasan ia menjauhiku.
*****
siang itu aku langsung pergi ke kampus Neo untuk menemuinya dan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. tapi aku tidak menemukan Neo disana. yang kutemukan cuma beberapa orang teman - temannya. di antara teman - teman Neo ada satu orang yang sangat kukenal. namanya Rastri. aku kenal Rastri karena Rastri pernah sempat mencoba mengenyam pendidikan bahasa Jepang di lembaga kursus bahasa Jepang tempatku belajar. jadi, lebih kurang aku mengenal Rastri sangat baik.