rencana kenapa selalu gagal dijalankan ?

ah, kesal dan bertanya2.

kenapa rencana besar selalu gagal dijalankan ???

hah ?

dia bernama insomnia I

aku benci suara detik jarumnya yang bergulir dari dinding. bunyinya membuat separuh waktuku dimalam ini tak bisa diam, dan pada akhirnya pikiranku ikut memacu kecepatan si jarum jam dinding biadab itu. kalau seandainya bunyi jarum jam itu bukan lah berasal dari bunyi jarum jam di dinding tetapi berasal dari bunyi jarumnya weker kamar adikku, maka jam itu pasti sudah kusumpal dan kutindih dengan sebuah bantal atau kulepaskan semua baterainya. mengapa kusebut jam weker dikamar adikku ? karena dikamarku sama sekali tidak ada jam, baik jam weker maupun jam dinding. pedoman waktuku hanyalah jam yang terpajang di ponsel sony ericsson K310i. jam di ponsel kan tidak berbunyi seperti jam dinding dan jam weker.

bulan september, entah karena terkena sindrom bulan puasa atau apa, selama september ini, penyakit susah tidurku alias insomnia terlalu berkuasa dan terlalu merajalela. dia, memperdaya otakku, pikiranku. dia bersekongkol dengan malam dan membuat sebuah rencana agar aku tidak bisa tidur. dia sengaja membunyikan genderang dan gong di dalam kepalaku. dia menjepit kedua mataku hingga nyalang namun lelah. dia membuat jalur khusus agar aku bisa menikmati dia dengan suka cita. dia begitu memperhatikanku hingga tak satu malam pun ia lewatkan tanpa aku.

dia dan aku tak begitu sadar, bahwa kami sama2 menodai malam “disini” dengan mata nyalangku dan dia yang menari2 dengan genderangnya di kepalaku. dia dan aku menciptakan satu lintasan dimensi yang tak seorang pun tau bahwa dia dan aku sedang tersenyum.

hai, insomnia… apa kau puas setelah bermalam2 menemaniku menghirup udara, membuatku terenyuh kosong akibat kelelahan, menciptakan lingkaran hitam di bawah kedua kantong mataku, membuat perutku kembung gara2 aku hanya di temani air putih, membuatku menjumpai sahur tanpa terlebih dahulu memadukasih dengan bantal dan kasur kesayanganku, membuat sekujur tubuhku menggigil kedinginan di tusuk dengan kejam oleh angin malam, membuatku harus menghela nafas ketika menyadari semua orang sudah terlelap pulas dan bermimpi, membuat bulan ketakutan padaku dan menangis merintih hingga hujan jatuh menghantam semut - semut di tanah.

insomnia, mungkin hubungan kita memang tak bisa berjalan lebih jauh lagi. aku tak mau kehilangan separuh masa depanku hanya gara2 kau selalu mengancamku di malam hari. kau egois. kau tak mau mengalah. aku lelah. aku jengah. aku tak mau kau mengatur hidupku, menguasai pikiranku. kau itu bedebah.

jadi, bagaimana kalau  kita putus saja ?