October 22, 2008
pada pukul 1, 2 dan 3 pagi (ceritapendeksingkatsekali)
Malam ini, aku seperti berjalan dengan bola besi terikat di sebelah kaki. Berat. Tak kuasa memejamkan mata. Tak kuasa mendiamkan pikiran. Semua guratan - guratan tentang masalalu dan tentang hari ini seperti film di bioskop, ditayangkan satu persatu tanpa henti hingga fajar tak bisa menunggu aku memejamkan mata barang sedetik pun. Entah mengapa perasaan itu datang lagi. Perasaan ingin mati tetapi takut mati.
Aku menggigil di sudut ranjang, menggeliat di dalam selimut panas. Mataku mungkin terlihat berbeda. Aku merasakan pupil mataku melebar. Seakan - akan, sedang menunggu malaikat pencabutnya nyawa datang padaku. Aku gemetar tak habis - habis. Hingga kupendam kepalaku dalam - dalam ke balik selimut panas. Ayah, ibu, aku akan mati.Tapi aku belum mau mati malam ini. Dosaku masih segunung, dan aku belum memberikan apa - apa kepada kalian. Pikiranku mulai bertambah kacau. Dan sunyi semakin menggembor - gemborkan ketakutanku. Ketakutanku akan kematian.
Sampai pagi, aku tak menemukan hujan turun di luar sana.
Filed by teruteru-bozu71 at 9:53 am under cerpen
No Comments