ada lubang di hati yang lama tak terisi

Aku adalah angin yang bertiup dari timur. Berhembus bersama bau bunga krisan dan mawar. Berputar – putar bersama serpihan dedaunan kering dan pasir dari pantai di ujung sana. Aku adalah cahaya. Terpancar tajam ke sela – sela jemarimu. Memanaskan ubun – ubunmu dan menerangi penglihatanmu. Aku adalah gelap. Menyamakan setiap sudut. Membutakan penglihatanmu dan melahap semua titik sinar. Aku adalah air. Mengalir bersama gemuruh dan awan hitam. Berlari keluar dari dua bola matamu dan setia selalu memeluk bumimu. Aku adalah kosong. Yang menunggu untuk diisi. Yang menunggu untuk ditempati. Yang menunggu untuk dihuni dan yang menunggu untuk ditata.

*)Ku buka mata dan ku lihat dunia
‘tlah ku terima anugerah cintanya
Tak pernah aku menyesali yang ku punya
Tapi ku sadari ada lubang dalam hati

Lalu kosong itu sudah mulai berkarat dan berdebu, berpenghuni hantu. Kemudian mulai tersesat dan buta arah. Tak menemui terang, juga tak menemui bintang. Lalu bimbang setelah itu bingung.

Apakah aku adalah manusia tanpa hati ?

Ketika manusia yang lain selalu mengisi hati mereka dengan cinta yang berganti – ganti, aku terpekur tanpa satu  keping cinta pun. Aku tak memiliki sebutir pun cinta. Aku mati rasa. Hidup tanpa hati.

Apakah aku adalah manusia tanpa hati ?

Ketika manusia yang lain menyia – nyiakan cinta mereka, aku hanya bisa diam sambil bertanya kepada Tuhan ; “Apakah cinta yang mereka sia – siakan itu sebenarnya untukku ?”.

*)Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati

Dan aku akhirnya menerima jawaban dari Tuhan, “tidak, cinta itu bukan untukmu. Tapi untuk yang lain”. Lalu aku pun kembali bertanya pada Tuhan, “kalau begitu, kapan aku mendapatkannya ?”. Setelah aku bertanya, aku hanya mendengar erangan kecil dari Tuhan. Entah apa maksudnya. Tuhan tak mau menjawabnya. Hanya diam.

Ada lubang di hatiku yang tak mudah untuk diisi. Pernah kucoba mengisinya dengan lukisan - lukisan banyak wajah, tetap saja aku tak merasa lubang di hati itu terisi. Pernah juga kupenuhi dengan kelopak – kelopak bunga mimpi, yah… tetap saja masih banyak ruang yang kosong melompong dan angin selalu bersiul setiap kali melewatinya.

*)Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang dalam di hati

Lubang di hatiku menganga meminta makan. Tak pernah mengatup dan tertutup. Waktu itu aku sempat nekat masuk ke dalamnya. Kucari sesuatu disana. Sesuatu yang kurasa bercahaya, yang kadang dingin kadang hangat. Yah… tetap saja aku tak menemukan apa pun disana selain sunyi dan tenang.

Suatu hari aku sempat berniat ingin membakar lubang di hati itu. Aku berharap api dapat menciptakan bongkahan – bongkahan hitam di dalamnya. Aku berharap lubang itu diisi oleh banyak bongkahan hitam yang hangus terbakar. Setidaknya, lubang di hati itu telah penuh terisi oleh bongkahan hitam itu. Ya, setidaknya begitu.

Tapi, aku urungkan niatku. Aku takut terbakar. Aku takut menjadi abu. Aku juga takut menyesap sengatan panasnya yang membara. Aku takut mendekati bongkahan – bongkahan hitam yang memendarkan rona orange dari dalamnya. Aku memang penakut.

*)Ku mengira hanya dialah obatnya
Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti

Lalu akan aku apakan lubang di hati ini ? Apakah harus kubiarkan kosong melompong dan menunggu sesuatu mengisinya. Ataukah aku harus memaksakan sesuatu untuk memenuhinya hingga membuncah dan berserakan ?

Lama aku melamunkan tentang kekosongan lubang di hati. Sampai hujan mengguyur tanah di kakiku dan malam melipat langitnya lalu membuka seluas – luasnya cakrawala pagi. Hingga petang tiba, aku masih memikirkan siapa yang bisa mengisi lubang di ini ?

Hanya kepada Tuhan sipemilik hati, aku berserah diri…

*)lirik lagu berjudul “lubang di hati” dari Letto.

One Response to “ada lubang di hati yang lama tak terisi”

  1.   prima
    February 21st, 2009 | 4:09 pm

    February, 18th 2009, Yogyakarta, by Prima
    Lubang di dalam Hati…
    Kubuka mata..dan kulihat dunia….tlah kuterima..anugerah cintaNya…tak pernah aku menyesali yang kupunya..tapi kusadari ada lubang dalam hati…ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini..ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati..apakah itu kamu apakah itu dia…selama ini..kucari tanpa henti..apakah itu cinta apakah itu cita..yang mampu melengkapi lubang didalam hati…ku mengira…hanya dia-lah obatnya..tapi kusadari..bukan itu yang kucari..ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan..dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti… apakah itu kamu apakah itu dia..selama ini..kucari tanpa henti..apakah itu cinta apakah itu cita..yang mampu melengkapi lubang di dalam hati… apakah itu kamu apakah itu dia..selama ini..kucari tanpa henti..apakah itu cinta apakah itu cita…yang kan mengisi lubang di dalam hati…
    Ku…buka mata..dan kulihat dunia….tlah kuterima…anugerah cintaNya…tak pernah aku menyesali yang kupunya..
    Rasa syukur..itu yang aku tangkap dari barisan awal lirik lagu ini..syukur ketika membuka mata menyadari akan nikmat mulai dari nikmat masih diberikan anugerah untuk membuka mata, bangun dari tidur…berapa banyak orang yang tidak diberikan lagi kesempatan untuk bangun dari tidurnya…sangat mahal terutama bagi orang yang koma dan sangat berharap untuk merasakan nikmat membuka mata…menyapa dunia…melihat indahnya dunia sebagai anugerah..apalah bersedih apalagi menyesal telah diberi nikmat anugerah hidup…bernafas…
    ..tapi kusadari ada lubang dalam hati..
    Lubang itu tetap hadir…meski hati telah dituangkan dengan cinta melimpah akan anugerah…itu fitrah akan kurang…kekurangan yang dicari oleh hati untuk segera diisi…
    ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini..ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati selama ini..kucari tanpa henti..
    pastilah sesuatu itu sangat berharga hingga hati ini tak jua lelah untuk terus mencari…bertanya apa yang diingin oleh hati selain cintaNya…apakah itu salah…itu fitrah..ya! itu lagi2 fitrah!
    apakah itu cinta apakah itu cita..yang mampu melengkapi lubang didalam hati…ku mengira…hanya dia-lah obatnya..
    pertanyaan klasik namun terus berulang dalam generasi kehidupan setiap manusia..setiap makhluk dari nenek moyang yang entah ke berapa hingga kini dan mungkin setelah generasi ini ke generasi setelah kini dan seterusnya…cinta atau cita…coba kita lihat apa jawaban yang ditunjukkan oleh bagian lirik ini: ku mengira…hanya dia-lah obatnya…apakah dia? Berdasarkan pararelisitas letak lirik …dia di sini mengarah ke cita…tapi itu hanya perkiraan pada mulanya..yang kemudian disadari oleh penulis bahwa bukan itu jawaban…karena dilanjutkan oleh lirik…kusadari bukan yang kucari…klo bukan cita..jawaban yang tersedia adalah cinta…
    cinta yang bagaimana..itu tergantung dari masing-masing individu untuk melihatnya…menurut saya cinta itu mengacu kepada cinta setengah dien…kenapa? Karena menurut repertoire yang saya miliki…hati tak kan lengkap, iman tak kan sempurna tanpa cinta setengah dien…apa itu cinta setengah dien? Yah pastilah sudah dapat diketahui cinta kepada pasangan hidup..ingat, pasanagn hidup bukan calon pasangan hidup! Menurutku itu pula yang dimaksud Noe (jika dia menulis lirik lagu ini berdasarkan kenyataan hidupnya) karena sekarang Noe sedang menjalani hubungan menuju ke pernikahan (sekarang udah)…yah ini kan analisis sederhana…setiap orang boleh pendapat namun pendapat seperti apa dan didasarkan pada apa itu juga tak boleh luput dari perhatian…
    ada hal yang menarik yang mengganggu ketenangan benakku…yaitu penggunaan kata melengkapi dan mengisi untuk lirik Melengkapi lubang di dalam hati dan mengisi lubang di hati…sepengetahuanku melengkapi itu menambah jumlah yang ada..jika suatu barisan jumlah orangnya tidak lengkap maka untuk melengkapinya harus ditambah orang lagi…jadi menurutku jika kata melengkapi untuk melengkapi lubang di dalam hati berarti jumlah lubang harus ditambah…padahal yang dimaksud adalah mengisi lubang itu dengan sesuatu…
    selain itu…video klipnya agak mengecewakan..karena menurutku Tuhan..Cinta..dan Cita…merupakan konsep dasar lirik lagu Lubang di Hati By Letto namun tidak bisa diakomodasi oleh video klipnya…karena orang yang melihatnya pertama kali hanya melihat akan dua cinta yang menjadi pilihan..cinta pada wanita pertama atau yang kedua…entahlah…
    Thanks a lot for Letto

Leave a Reply