out

hei inge, masih ingat kah kau padaku ?

seorang teman yang kesepian. itu aku. hmm… aku bingung inge, aku benar2 bingung sekaligus sedih. entahlah. semua berkecamuk jadi satu hingga aku merasa ingin menangis, meraung sekeras2nya, berteriak dan melompat2.

aku ingin bebas, disini ternyata hidupku terkekang. aku ingin tinggal sendiri sambil mencarimu inge. pergi mencari jejak2 inge.

tapi, ibuku bilang aku harus menunggu. menunggu hingga 3 bulan lamanya. ahhhh…. jadi apa aku kalau aku menunggu sampai 3 bulan. aku  ingin sendiri, hidup mandiri. ingin mengurusi diriku sendiri. ingin memiliki segala yang kupunya sendiri. tidak ada punyaku punyanya. tempatku tempatnya. aku ingin sendiri. mempunyai semuanya sendiri.

ahhhh…. aku jadi sakit kepala jika memikirkannya. entahlah… entahlah…  semua hal terasa begitu getir walau kadang membuatku tertawa namun tak pernah benar2 membuatku bebas dari perasaan sesak.

jalan

jalan ini ternyata begitu panjang. seperti tanpa ujung. hingga telapak kakiku mati rasa. namun jengah tak jua meraja. sungguh suatu perasaan yang aneh. aku lelah namun aku ingin. hingga kukejar pintu yang telah tampak di depan mata. namun jarak yang semu membuat semuanya begitu jauh.

dan nafasku mulai tersengal - sengal…

teman yang menjauhiku

kini kita berjalan berjauh - jauhan. kau jauhi diriku karena sesuatu. mungkinku terlalu bertindak kejauhan. tapi itu karena kusayang…

ya, aku tak mengerti mengapa kau menjauhiku teman. hari demi hari kadar pertemanan kita satu - satu hilang berganti dengan jarak yang begitu jauh antara hatiku dan hatimu namun kita masih selalu berada berdekatan seruang bahkan saling sentuh.

kau seperti membuat jarak denganku. seakan akulah orang yang harus dijauhi. aku tak mengerti mengapa demikian tapi dalam diammu telah berbicara padaku bahwa ada kesalahpahaman antara kita.

hanya saja… sudah… mungkin kita memang harus seperti ini. aku dengan duniaku kini dan kau dengan duniamu kini. tapi aku takut kau salah jalan karena aku mulai memahami dirimu.

dalam hitungan hari saja kita berteman, itu sudah cukup membuatku sulit melepasmu.

teman.

sedikit ocehan

ada yang datang dan ada yang pergi. ada yang melengkapi dan ada yang hilang. semuanya datang silih berganti. karena perputaran kehidupan. ada yang dibawah dan ada yang di atas. ada yang sedang merasakan diatas awang2 dan ada yang lagi terjatuh.

jauh dari itu semua, tergantung bagaimana cara kita menyikapi. bagaimana pemikiran dan iman kita. buka mata, buka telinga dan buka hati. semua hal akan sangat menyenangkan sekalipun itu menyakitkan.

semoga kita bisa menjadi seseorang yang kokoh dan menyabar.

HIJRAH KE PEKANBARU !!!!

BANZAI !!! akhirnya beban yang selama ini menyiksa sedikit berkurang. Sujud syukurku ya ALLAH swt Aku lulus juga huahahahha. AKHIRNYA HIJRAH KE PEKANBARU !!!! akhirnya keluar dari rumah. akhirnya punya kehidupan sendiri. akhirnya punya waktu dan tempat untuk belajar mandiri. akhirnya oh akhirnya… aku harus berusaha hidup sendiri.

aku janji ini adalah pilihan terakhir. tidak akan ada jalan lain lagi karena inilah tujuan. tidak akan mundur lagi. tidak akan kembali jatuh lagi. apapun yang terjadi dan bagaimana pun sulitnya harus dihadapi. semuanya hanya masalah waktu. karena setiap hari akan selalu datang hari - hari baru.

okeh !!! ;)

setan itu terus2an menari2 sambil menyuruhku untuk mati saja.

terlalu cepat bapak dan ibuku berangGapan bahwa aku adalah anak yang GAGAL. tidak punya pandangan masa depan yang maju. tidak punya segudang prestasi seperti keponakan - keponakannya yang lain. dan aku tidak sesempurna rupa dari anak - anak dari orang2 yang dekat dengan orangtuaku.

pada malam kedua ketika aku dan orang tuaku masih berada di tangerang. kami dan beberapa kerabat duduk melingkar di atas karpet ruang keluarga di rumah tanteku. suasana malam itu seolah2 seperti sedang mengadakan rapat keluarga. aku sama sekali belum pernah dipertemukan dalam situasi serius seperti itu. dalam keluargaku seperti tak mengenal kata ‘ini saatnya kita bicara serius dari hati ke hati’ seperti yang diadakan malam itu di tangerang.

dan sudah kuduga, akulah tokoh utama dalam pertemuan itu. aku dinasehati agar lebih serius untuk masa depan karena hanya keluargaku yang tak satu pun anak2nya  berhasil. sedangkan semua sepupuku, mereka kuliah di universitas2 ternama indonesia. ITB, IPB yah… kebanyakan ITB. dan aku ? hahaha aku malah memilih berhenti kuliah untuk beralih ke tempat yang lebih aku sukai. Bodoh ya ?

ya, hanya dalam keluargaku lah belum ada anak yang berhasil. dan aku merasa orangtuaku menganggap, aku adalah anak yang sudah tak bisa diharapkan lagi untuk menjadi orang yang berhasil. begitu sekiranya kata mereka ketika aku menguping pembicaraan mereka dari balik tembok kamar.

hufhh… hey, aku butuh teman untuk bercerita. tapi pada kenyataannya aku memang tidak punya teman. kenapa tak ada yang mau berteman denganku ?

aku payah. aku hancur. lalu aku harus bagaimana ? setan itu terus2an menari2 menyuruhku untuk mati saja.

B.O.D.O.H

mencari matahari

aku kehilangan matahari yang kusimpan dalam botol kaca. aku baru menyadarinya saat malam tak kunjung sirna. sejak matahariku hilang, bulan yang kugantung di langit jadi mengering karena kelelahan. dan bintang sebentar bersinar sebentar redup. aku tak mungkin bisa hidup tanpa matahari. aku tak mau hari - hariku menjadi gelap. maka pada pertengahan waktu, aku pun pergi mencari matahari. kutinggalkan rumah dan semua hal yang selama ini selalu mengitariku. lalu aku pergi menuju timur dimana matahari selalu datang dari sana.

dalam perjalanan aku sering kali terjatuh. kegelapan ternyata telah menyelimuti seluruh wilayah. dalam perjalanan itu aku berdoa semoga langkahku menuju arah yang benar. timur. selama perjalanan aku juga sering menangis menahan luka akibat  terjatuh. hingga aku mulai merasa lelah dan putus asa.

sudah sekian lama aku berkelana, matahari yang kucari belum juga kudapatkan. aku jadi bertanya - tanya kepada Tuhan, sebenarnya apa rencanaMu ? tapi aku tau, dengan sedikit bersabar lagi, aku pasti bisa menemukan matahari itu.aku harus yakin akan itu !

lakukanlah dengan baik

hey, aku yakin ini semua belum lah akhir. ini semua adalah awal. mari kita mulai dari nol. ah, kau pasti bisa menemukan hal yang menarik dalam perjalanan nanti. bertemu dengan orang - orang baru bukan kah sangat menyenangkan. mungkin juga akan bertemu dengan sesuatu yang sangat engkau harapkan. tak perlu kau cemas akan bagaimana, kau hanya perlu berjalan terus. berjalan kemana waktu membawamu. ikuti kata hati. telaah segalanya dengan pikiran jernih. jangan pernah berpikir untuk berhenti walau letih terus mengikuti.

hey, kau hanya perlu menjadi dirimu yang sesungguhnya. jangan pernah ragu - ragu lagi. kau pasti bisa menggenggam apa yang telah hilang dan apa yang ingin kau dapatkan. kau hanya harus berusaha lebih keras. tapi sebelumnya kau harus memiliki tekad lebih kuat. sekuat baja agar tidak ada yang bisa merobohkan pendirianmu.

selama apa yang ingin kau lakukan adalah sebuah kebaikan. lakukanlah dengan sungguh2. karena dengan itu kau akan kembali menuai kebaikan. jadi… ayo jee bangkit lagi !!! ayo !!! ayo !!!

kau harus sadar jee, sesungguhnya kau bisa melakukan banyak hal dengan sangat baik.

“bagaimana kalau aku mati saja ?”

“bagaimana kalau aku mati saja ?”

ya… kamu pasti tau jika kita pada awalnya merasa bahagia maka itu tandanya kita sedang menunggu masa dimana kita akan bersedih dan jatuh. dan sebaliknya, jika kita sedang merasa sedih maka itu tandanya kita sedang menunggu masa dimana kita akan bahagia, tertawa dan tersenyum sepanjang hari. dan kini aku rasa, aku sudah sedang bertemu masa sedih karena masa bahagiaku baru saja aku lewati.

dan kini aku mulai kembali memikirkan tentang masa ke depan. tentang diriku pada sisi yang payah. tentang hal - hal yang salah. tentang semua perkataan orang - orang yang salah. dan pikiran - pikiran itu mengajakku menumbuhkan satu keinginan. keinginan yang selalu hadir saat aku berada pada titik nol. terpuruk. sepi. menyedihkan. dan menjijikkan. “bagaimana kalau aku mati saja ?” satu pertanyaan atau permintaan yang bodoh. aku ingin mati saat mulut - mulut itu mengatakan aku tidak memikirkan masa depan. seolah - olah aku seperti seonggok daging beku yang hanya diam tak bergeming. tak berguna. seperti kera besar tua yang dipenjara lalu kerjaannya cuma tidur dan makan.

cih !!!

TAU APA MEREKA TENTANG AKU ?

mungkin dalam pemikiran mereka aku adalah beban. aku merugikan. aku mengganggu.

dan sekarang aku menawarkan satu permintaan pada mereka. bagaimana kalau aku mati saja ? setelah aku tiada, mungkin mereka bisa hidup tenang ? bahagia tanpa beban ? lepas dan puas seperti pada saat aku melepaskan dan meninggalkan apa yang selalu membebaniku. mungkinkah mereka menginginkan demikian ?

ah… semuanya masih saja salah. dan aku masih saja harus belajar untuk menerima keadaan yang memang tak pernah sesuai dengan apa yang aku inginkan. pada kenyataannya aku memang egois tapi aku tidak seperti kata mulut mereka. mungkin karena aku tak mengerti bagaimana cara mengungkapkan sebuah sikap sebagai simbol bahwa aku selalu memikirkan masa depan maka mereka bilang aku tak pernah memikirkannya.

aku memang payah dalam mengungkapkan sebuah sikap dan perkataan jika aku ada di luar sana. aku lebih ahli menuliskannya daripada mengungkapkannya denghan sikap dan kata2 yang nyata.

aku orang yang kaku. tapi tak seharusnya mereka mengatakan aku tak pernah memikirkan tentang masa depan berkali2 setiap hari setiap saat. aku ingin mereka mencoba mengerti dan memahami bagaimana aku dengan kelemahanku. bukan selalu mencoba memaksaku dan memberi sugesti2 negatif padaku. karena mereka tidak tau, jika mereka bilang aku seperti bla - bla - bla maka aku aku menjadi seperti bla - bla - bla dengan cepat. aku cenderung selalu mengikuti apa yang mereka katakan. apalagi aku selalu cepat menjadi sesuatu yang negatif dari sugesti2 mereka karena sifatku memang lebih cepat menyerap hal2 negatif dari pada hal2 positif. dan mereka tidak pernah tau, aku payah begini gara2 selalu mendengarkan ancaman2 mereka, sugesti2 negatif mereka dan keinginan2 mereka.

aku begini kerena mereka. tapi aku tak bisa menyalahkan mereka karena mereka tak boleh disalahkan.

karena semua kejadian ada tujuannya

akhirnya aku datang. aku ada dan aku hidup kembali di dunia maya.

banyak hal yang terjadi diluar sana selama aku hilang dari peredaran. hidup memang terus berjalan walau ada saatnya aku tak tau apa yang harus aku lakukan untuk melanjutkannya. stagnan dan aku terus mencoba untuk menggertak segala hal yang selalu diam mematung. mencoba membangunkan setan yang masih tertidur di dalam diri atau mencoba bergoyang tak beraturan untuk mengecap rasa letih, mendengar hembusan nafas yg cpt, merasakan keringat mengalir jatuh.

hey, aku seperti mati rasa.

lalu aku hempaskan semuanya. aku tanggalkan hal - hal yang membebaniku. aku tinggalkan. aku campakkan. kemudian aku berjalan menuju entah apa tapi yang pasti aku bahagia telah meninggalkan beban itu. aku lepas. aku bebas. aku lega.

tapi diam - diam ada yang berbisik, “kau egois jee !”. dan aku mulai dihantui rasa bersalah. tapi itu tidak lama karena aku pikir, semua kejadian pasti ada tujuan (seperti kata2 yang sering diucapkan alice dlm film “fiksi.”). aku bukannya kenapa2 lalu tiba2 memutuskan untuk meninggalkan hal yang menjadi rutinitas sehari2 hal yang menjamin masa depan, tapi aku seperti ada yang menuntun untuk spontan pergi dari hal itu dengan segera. dan jadilah seperti sekarang.

aku sendiri masih terkaget2 membayangkan apa yang baru saja aku lakukan. karena hahaha butuh keberanian untuk melepas hal itu karena hal itulah yang menjamin masa depan padahal aku penakut sejati.

untunglah bapak dan ibu sudah merelakan apa yang aku lepaskan itu. dan menerima apa adanya aku. mereka juga sudah sadar, tak baik memaksakan apa yang mereka inginkan. dan yang lebih untungnya lagi, kehidupanku lebih nyaman dan tentram tanpa semua hal yang membebani itu. walau aku tau aku kalah karena tidak bisa terus disana dan bertahan dari hal2 yang tidak aku sukai, aku hanya bisa berkata, sedang mencari jalan lain untuk menang.

karena semua kejadian ada tujuannya.

Next Page »